Terbukti dari pantauan di lokasi tersebut Minggu (22/1/2023) kemarin, aktivitas ilegal mining masih berlangsung bahkan dijaga beberapa orang.
Aktivitas diduga ilegal itu ternyata mulai dilakukan dari Jalan Ambalut, yang tembus ke kawasan Bayur, Sempaja. Di area itu ditemukan ada ekscavator dan doozer, yang tengah membuat jalan keluar masuk truk pembawa batu bara.
Meski media ini tak bisa masuk ke dalam area tambang ilegal karena dijaga, namun aktivitas tersebut terlihat jelas karena ada tumpukan gunung batu bara di sekitarnya.
Seorang pengendara yang merupakan warga setempat yang diwawancarai saat hendak berkebun naik motor mengaku aktivitas pengerukan batu bara ilegal sudah berjalan kurang lebih sepekan.
"Setahu saya sudah sepekan ini ada kegiatan (tambang batu bara) di dalam sana, tetapi tidak pernah lihat haulingnya, kemungkinan malam hari," ujar warga tersebut.
Warga juga kerap melihat truk lalu lalang naik turun dari Jalan Ambalut menuju tembusan ke arah Pampang.
"Arahnya ke Pampang, tapi itu tidak ada muatan. Kalau pastinya benar kesana (Pampang) saya juga kurang tahu," tutupnya.
Korankaltim.com saat melakukan penyisiran berpapasan dengan truk roda enam yang hendak masuk ke lokasi tambang ilegal di Desa Budaya Pampang tersebut.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kasat Reskrim Kompol Andika Dharma Sena dikonfirmasi terkait hal ini menjelaskan mereka akan menurunkan anggota terlebih dahulu, untuk mengecek ke lokasi yang dimaksud.
"Anggota masih mau ngecek kesana," ujarnya singkat.
Sebelumnya Polresta Samarinda sudah merilis tambang ilegal di Muang Dalam 19 November 2022 lalu. Dua pelaku berhasil diamankan yaitu Jumain selaku pemodal dan Ismail Bintulele yang diduga melakukan kegiatan ilegal itu.
"Pemodal dan penambangnya kami tetapkan tersangka, yang saat diamankan sedang melakukan aktivitas (coal getting), jadi belum sempat hauling," ungkap Ary Fadli.
Dari Jumain dan Ismail diamankan pula dua unit alat berat berupa ekscavator serta tumpukan batu bara sekitar 1000 MT.
"Pengakuan mereka baru beroperasi sekitar dua bulanan, sempat berhenti kemudian jalan lagi kegiatannya," jelas Ary lagi.
Editor: Aspian Nur