Penemuan jasad yang sudah menjadi tengkorak itu terjadi di Jalan Sadri RT 01, Kelurahan Sungai Siring, Kecamatan Samarinda Utara, tepatnya di tepi sebuah danau.
Belakangan diketahui jasad yang ditemukan pemancing itu bernama Yahya, pria berusia 49 tahun yang tinggal di rumah kawasan penambangan batu bara yang masuk dalam konsesi PT.Tiara Bara Borneo (TBB).
Baharuddin, adik almarhum yang mendapatkan informasi tersebut langsung datang ke lokasi dan dugaannya benar kalau jasad tersebut adalah kakak kandungnya.
"Saya lagi di rumah, dapat kabar dari orang mancing yang menghubungi saya, mengatakan ada tengkorak dekat rumah kakak saya. Makanya, saya langsung ke lokasi," kata Baharuddin kepada Korankaltim.comdi lokasi kejadian.
Saat datang ke lokasi penemuan jasad sisa tengkorak, Baharuddin meyakini itu adalah kakaknya setelah melihat pakaian yang dikenakan Yahya. Saat ditemukan tubuh Yahya sebagian berada di air sementara kepala di darat.
"Itu memang kakak saya, saya tahunya dari celana yang dia pakai. Saya tidak berani juga mau angkat, makanya langsung beritahu RT dan warga," ujar Baharuddin.
Pria 42 tahun itu megatakan kalau dirinya terakhir bertemu dengan sang kakak sebulan yang lalu. "Sekitar sebulan lalu saya ketemu almarhum, kondisinya sehat saja. Dia memang tinggal sendirian di rumah. Terus terang dia ada gangguan jiwa, tetapi masih bisa kalau diajak bicara," ungkap Yahya.
Pria berambut gondrong ini pun mengatakan kakak kandungnya itu memang suka jalan tapi sambil membawa tongkat. "Dia suka jalan keliling disekitar sini, kalau saya datang pintu rumah terkunci, biasanya seperti itu," jelas Baharuddin.
Sementara, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Sungai Pinang AKP Noor Dhianto mengatakan pasca mendapatkan laporan tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Unit Inafis Polresta Samarinda.
"Saat dapat laporan, saya sama anggota langsung ke lokasi, dari hasil olah TKP awal secara kasat mata tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Ini masih kami dalami lagi, meminta keterangan saksi-saksi," kata Noor Dhianto.
"Untuk informasi berapa lama almarhum sudah meninggal, kami masih menunggu hasil dari Inafis," sambungnya.
Ditanya apakah almarhum ada mengalami sakit, ia mengatakan berdasarkan keterangan dari pihak keluarga tidak ada.
"Keterangan keluarganya dia tidak sakit, tetapi memang ada sedikit gangguan jiwa, tetapi tidak parah dia masih bisa komunikasi seperti orang normal. Jadi, kami masih dalami penyebab kematiannya," pungkas Noor Dhianto.
Editor: Aspian Nur