Diketahui proyek terowongan ini dimaksudkan untuk memecah kemacetan yang terjadi setiap hari selama bertahun-tahun di Jalan Otto Iskandardinata (Otista), tepatnya di Kawasan Sungai Dama.
"Hari ini kami ground breaking (pembukaan lahan) pembangunan terowongan atau Samarinda Tunnel yang menghubungkan antara Jalan Sultan Alimuddin dengan Jalan Kakap," jelas Andi Harun.
Panjang trase atau rute yang akan dibangun kurang lebih sekitar 700 meter dengan waktu pengerjaan selama 18 hingga 22 bulan dalam perencanaannya.
"Untuk pembangunan terowongan ini memerlukan biaya sekitar Rp400 miliar, bersumber dari APBD Kota Samarinda," ungkapnya.
Pembangunan Samarinda Tunnel atau Terowongan Selili ini selain solusi memecah kemacetan di Jalan Oto Iskandardinata juga penghubung antara Jembatan Achmad Amins menuju lokasi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara melalui Kecamatan Palaran. "Mudah-mudahan pembangunan terowongan ini dapat dikerjakan sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditentukan. Kalau sudah selesai dapat bermanfaat besar bagi kepentingan pelayanan jalan sekaligus bermanfaat secara ekonomi bagi masyarakat dan pembangunan daerah," sambung Andi Harun.
Orang nomor satu di Kota Tepian tersebut juga memastikan untuk penanganan dampak sosial masyarakatnya akan berjalan secara paralel, sehingga tidak perlu ada kekhawatiran bagi masyarakat. "Tadi saya ditemui beberapa tokoh masyarakat sekitar proyek pembangunan termasuk ketua RT yang memberikan dukungan dan antusias yang besar," jelas Andi.
Menurutnya dampak sosialnya juga tidak terlalu banyak, dan dalam waktu dekat pasti akan dapat diselesaikan. "Kami tinggal menunggu penilaian dari KJPP (Kantor Jasa Penilai Publik), semua sudah kami siapkan termasuk uang ganti rugi yang diperlukan dalam pembangunan terowongan tersebut," paparnya.
Yang pasti dan menjadi catatan penting dalam penanganan sosial, biaya yang dikeluarkan maupun biaya pengerjaannya harus benar-benar mematuhi standar kepatuhan terhadap peraturan.
Penulis: Rahmat Surya
Editor: Aspian Nur