"Pemkot akan membangun play ground (taman bermain), setiap kecamatan harus ada sudut-sudut baca dan mewajibkan di setiap pelayanan publik harus ada pojok baca," ujar Rusmadi.
Dengan begitu nantinya bisa menambah semangat minat baca bagi anak-anak muda dan masyarakat Kota Tepian. Di masa mendatang Pemkot Samarinda akan terus mendorong lahirnya bahan bacaan sejarah Kota Samarinda.
"Ini merupakan tantangan, dan tentu akan ditindak lanjuti, apalagi Samarinda telah memiliki muatan lokal, tentu ini menjadi pekerjaan rumah pemkot dalam melakukan pendalaman dan kajian tokoh-tokoh Kota Samarinda," papar Rusmadi.
Hadir pada bedah buuku tersebut Muhammad Sarip selaku penulis buku berjudul Mulawarman Sang Raja dari Titik Nol Peradaban Nusantara.
Rusmadi menyampaikan apresiasi dari GPMB kepada Muhammad Sarip atas terbitnya buku sejarah Raja Kaltim tersebut. "Ini buku yang menceritakan ketokohan Raja Mulawarman yang hingga saat ini populer di tengah masyarakat Samarinda khususnya Kalimantan Timur," ujar Rusmadi.
Sementara Muhammad Sarip menuturkan, lahirnya buku Mulawarman Sang Raja dari Titik Nol Peradaban Nusantara awalnya adalah kerjasama antara pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara yang ditujukan kepada masyarakat.
"Buku bacaan ini tentunya dapat bermanfaat bagi masyarakat, memang biasanya buku sejarah itu berat, karena diperuntukan kepada masyarakat, makanya kami buat lebih minimalis tetapi tidak mengurangi eksistensi dari isi buku tersebut," ujar Sarip.
Agar buku tersebut dapat dipahami dengan mudah oleh masyarakat, maka dihadirkanlah bentuk buku yang lebih ringkas dan ditambah dengan visualisasi gambar yang menarik. "Memang buku ini kami sasarkan untuk masyarakat umum, bukan akademisi," pungkas Sarip.
Penulis: */Rahmat Surya
Editor: Aspian Nur