Kortim Satker P2JN BBPJN Kalimantan Timur Aco Wahyudi Effendi kepada Korankaltim.com menjelaskan, mereka sudah melakukan pengecekan secara visual dan diketahui bagian yang ditabrak ponton tersebut adalah pilar tiga.
"Beberapa elemen pilar jembatan pecah. Kami akan lakukan pemeriksaan lanjutan terhadap pile jembatan," kata Aco di lokasi jembatan sore tadi.
Dari pemeriksaan secara visual pula diketahui ada kerusakan di bagian pile, karena itu akan dicek lebih seksama karena kalau pile pecah maka kerusakan yang terjadi serius.
"Pile itu pile baja, yang di bawah air pile cap ada pancang baja, nah pertemuan antara keduanya ini yang akan kami cek. Kalau ada kerusakan cukup bahaya. Besok kami periksa lagi lebih detail," sebutnya.
Sementara anggota DPRD Kaltim asal daerah pemilihan (dapil) Kota Samarinda Sapto Setyo Pramono yang ikut dalam pengecekan menjelaskan, Jembatan Mahakam dibangun sejak tahun 1986 dengan masa perencanaan untuk 50 tahun. Dengan adanya kejadian ini tentu tidak mungkin akan sesuai dengan perencanaan tersebut.
Sapto meminta Kementerian Pekerjaan Umum (PU) secepatnya melakukan investigasi secara menyeluruh mengingat saat jembatan mengalami benturan bisa membahayakan karena dimungkinkan adanya keretakan. "Jangan sampai terjadi sesuatu hal yang tidak kita inginkan," ujar Sapto.
Dalam pengecekan nanti perlu alat untuk melihat dari dalam, sejauh mana pergeseran dari adanya tumpukan di bawah jembatan sampai ke Suspension Joint-nya. "Apakah masih seperti posisi awal atau tidak, apakah terjadi pergeseran, apakah sesuai yang dicanangkan itu yang perlu dicek lebih lanjut," pungkas Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Kaltim ini.
Sebenarnya ada Close Circuit Television (CCTV) di kolong Jembatan Mahakam, hanya saja belum keseluruhan sisi yang dapat dipantau yakni dari arah hulu Mahakam atau dari arah Tenggarong, Kutai Kartanegara.
"Saya minta dipasang CCTV dari arah hulu karena masih ada slot untuk dipasang," pungkas Sapto.
Penulis: Faishal Ays
Editor: Aspian Nur