Arya menerangkan terkait dugaan penyalahgunaan fuel card, Pertamina Patra Niaga tentu sangat terbuka akan masukan ataupun laporan dari konsumen jika hal tersebut memang benar terjadi.
"Kami memiliki saluran pelaporan kontak Pertamina 135 untuk keluhan konsumen," kata Arya Minggu (12/12/2022) malam tadi.
Fuel card diterapkan di Kukar berdasarkan aturan pengelolaan atau penyaluran BBM bersubsidi khususnya jenis solar subsidi dari Perpres 191 tahun 2014 dan Surat Edaran BPH Migas No. 3865 tahun 2019 mengenai pengendalian BBM jenis bahan bakar tertentu (solar subsidi).
Fuel card merupakan mekanisme sistem subsidi tertutup dimana setiap kendaraan gasoil (diesel) yang akan mengisi Bio Solar Subsidi diwajibkan untuk menggunakan fuel card. Setiap kendaraan melakukan pendaftaran di website, kemudian di verifikasi oleh Instansi pemerintah yang ditunjuk, setelah itu pihak Bank akan menerbitkan kartu fuel card khusus hanya untuk pembelian BBM.
"Jika ternyata dalam pelaksanaannya terjadi penyalahgunaan baik dari eksternal maupun oknum dari Patra Niaga itu sendiri maka kami menyerahkan hukum yang berlaku," sebut Arya.
Sementara mengenai volume kuota BBM jenis Solar di Kukar dikatakan Arya sebanyak 44.627 kiloliter di tahun 2022 dan yang telah tersalur saat ini sejumlah 37.177 kiloliter. "Artinya secara kuota sebenarnya masih sangat mencukupi hanya memang pengawasan di lapangan harus dilakukan oleh seluruh pihak," tutup Arya.
Sebelumnya, kalangan yang mengatasnamakan aliansi Sopir Truk Kukar menyebut adanya SPBU di wilayah Kukar yang tak taat aturan karena dinilai terdapat penggunaan fuel card bukan oleh yang seharusnya menggunakan bahkan dengan volume yang besar.
"Di SPBU Jalan Soekarno Hatta, Kukar, masih ada mobil-mobil diduga mafia pengetap solar yang memanfaatkan cara tersebut dengan volume yang besar," ucap Anggota Aliansi Sopir Truk Kukar Muhammad Hasbi, Minggu (11/12/2022) kemarin.
Akibat hal ini berdampak kepada masyarakat yang berprofesi sebagai sopir truk. Dikatakan Hasbi bahwa tak jarang para masyarakat tidak bisa mendapatkan solar walaupun telah mengantre berhari-hari.
Penulis: Faishal Ays
Editor: Aspian Nur