Menurut keterangan salah satu korban musibah kebakaran, Fadil mengatakan, saat itu dirinya baru selesai membuka toko kosmetik miliknya, kemudian duduk santai. Tiba-tiba ia didatangi oleh anak pemilik toko baju, tepat di samping tokonya.
"Dia datang lari-lari, terus bilang om tolong ada kebakaran di kamar lantai dua, karena orang tuanya sedang keluar, dia yang jaga tokonya," ungkap pemuda 23 tahun tersebut saat ditemui Sabtu (10/12/2022) sore kemarin.
Setelah diberitahu oleh anak pemilik toko baju tersebut, ia pun bergegas mengecek dan ternyata benar saja, asap pekat hitam sudah memgepul di dalam kamar lantai dua toko baju.
"Saat itu saya sempat ambil air, tetapi ternyata api sudah membesar, jadi ya saya menyelamatkan yang bisa diselamatkan, seperti motor, handphone dan pakaian di badan saja, selain itu tidak bisa lagi, karena kami juga panik," bebernya.
"Jadi, memang bangunan disini rata-rata terbuat dari kayu," sambungnya.
Atas kejadian itu dirinya hanya bisa pasrah, dan barharap nantinya bisa kembali membuka tokonya itu. "Ya, mau gimana lagi, namanya musibah, mudahan ada rejekinya," tutupnya.
Sementara, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Samarinda Seberang Kompol Anton Saman mengatakan mengatakan jika saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan.
"Kami masih selidiki ya apa penyebabnya, dan saat kejadian kondisi listrik belum padam. Sehingga, kami akan melakukan olah TKP," ungkap Anton, Minggu (11/12/2022) hari ini.
Dalam musibah itu, disebutkan perwira melati itu, tak ada korban jiwa, tetapi hanya kerugianaterial yang dialami. "Kalau kerugiannya, diperkirakan milyaran ya, karena kan itu toko semua yang terbakar," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, pada Sabtu (10/12/2022) sekitar pukul 09.30 WITA, musibah kebakaran terjadi di Jalan Cipto Mangunkusumo, RT.19, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, yakni kawasan Wisma Loa Janan.
Yang mana kawasan itu merupakan ruko tersebut merupakan tempat usaha, seperti toko elektronik, baju, kosmetik, agen penjualan sosis, alat pancing, sembako, salon dan lainnya.
Menurut keterangan salah satu saksi, Rusmiati (34) saat itu dirinya hendak menjemput anaknya sekolah, tak lama mendengar suara teriakan kebakaran dan ia pun bergegas langsung keluar rumah.
"Saat saya keluar api itu sudah besar, asal apinya gak tahu pasti, apakah dari toko elektronik atau sebelahnya dan langsung menyebar apinya," tuturnya.
Lanjut kata wanita 34 tahun itu, jika saat kejadian pasca kobaran api, terdengar ledakan yang diduga berasal dari tabung gas. "Tidak ada suara ledakan, api langsung besar begitu saja, setelah terbakar itu ada ledakan, karena ada warung sembako yang jualan tabung gas elpiji," tandasnya.
Penulis: Nancy
Editor: Rusdi