"Jadi, saya langsung memberitahu kapten dan semua ABK, kemudian langsung naik ke anjungan untuk memastikan," kata Samsudin, saat ditemui di Polsek Kawasan Pelabuhan (KP) Minggu sore tadi.
"Karena jauh, kami memutuskan untuk mendekat, karena kan kalau dari jauh itu seperti boneka. Saat kami dekat ternyata benar, itu mayat, jenis kelaminya laki-laki, posisinya tengkurap menggunakan baju dan celana hitam," sambungnya.
Lanjut kata Samsudin, pihaknya pun mengaku tak berani untuk melakukan evakuasi, karena melihat kondisi jenazah yang sudah tidak utuh.
"Kami juga tidak berani mau angkat, karena kondisi sudah tidak utuh, lengan kirinya sudah tidak ada," tutupnya.
Sementara, Mandor Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), Rahim (40) menjelaskan jika pekerja TKBM atas nama Andri Mulyani (30) saat itu posisinya sedang istirahat pada Jumat (25/11/2022) sekitar pukul 00.00 WITA.
"Saat itu kami makan semua di buritan kapal, tetapi dia (korban) bilangnya di ponton saja, tidak mau naik ke kapal," sebutnya saat ditemui di Polsek KP sore tadi.
Setelah selesai istirahat, mau melanjutkan pekerjaan, pihaknya pun mencari korban tersebut, tetapi tidak ketemu.
"Semua teman-teman ikut cari, sampai ke kamar mesin tidak ketemu juga. Dia ini bekerja sebagai buruh bongkar muatnya, bongkar muat bahan peledak (amonium nitrat)," pungkasnya.
Terkait dugaan penyebab korban hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan.
Diketahui proses evakuasi jenazah pun melibatkan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II A Samarinda, Polsek Kawasan Pelabuhan (KP), Polairud Polresta Samarinda, Unit Inafis Polresta Samarinda serta PMI.
Dan sekitar pukul 15.30 WITA jenazah tiba di Polsek KP, yang kemudian langsung dibawa ke kamar jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoel Wahab Sjahranie (AWS), untuk dilakukan visum.
Penulis: Nancy
Editor: Rusdi