"Saya ditelpon, jadi saya jemput dan bawa pulang," kata Sumarlan, Kamis (24/11/2022).
Pria 57 tahun itu, menuturkan keponakannya itu tiba-tiba kembali mengamuk, sesampainya di rumah. Tanpa aba-aba, pemuda itu berlari keluar rumah dan melompat ke Sungai Karang Mumus, tepatnya di Jalan Hasan Basri, Gang 2, Blok E, Kelurahan Bandara, Kecamatan Sungai Pinang.
"Iya tiba-tiba ngamuk, lari terus langsung lompat ke sungai," sebutnya.
Sumarlan menuturkan, ia melihat keponakannya itu sempat berenang setelah terjun ke sungai. Nahas. Arus Sungai Karang Mumus malam itu terlampau deras, hingga menyeret tubuh pemuda itu.
"Sempat terseret arus, setelah itu gak kelihatan lagi," tutupnya.
Terpisah, Koordinator Lapangan Basarnas Balikpapan, Andi Irawan yang ditemui di lokasi mengatakan pihaknya baru mendapatkan laporan insiden tersebut, pada Kamis (24/11/2022) dinihari, sekira pukul 02.15 WITA.
"Pencarian baru dimulai (Kamis) pagi pukul 07.00 WITA, dengan dibantu TNI/Polri, unsur BPBD, Damkar serta relawan Samarinda," kata Andi.
Untuk pencarian sendiri, dilakukan dengan cara penyisiran secara bergantian.
"Pencarian dengan penyisiran sejauh 1 km dari titik korban diduga tenggelam. Tetapi tadi, kami melakukan pencarian menggunakan ekscavator korem, kemungkinan korban tersangkut," ungkapnya.
Ditanya soal kendala dalam upaya pencarian hari pertama, ia menyebutkan terkait soal visibility sungai nol serta arus sungai yang cukup deras.
"Kendalanya, ya airnya keruh dan arusnya deras, juga banyak sangkutan-sangkutan dibawah sungai," tandasnya.
Penulis: Nancy
Editor : Rusdi