Dari pantauan Korankaltim.com di lokasi kupasan tersebut Senin (21/11/2022) hari ini terlihat jelas emas hitam itu berserakan membentuk gunungan kecil. Menurut keterangan warga di lokasi, gundukan batu bara tersebut hendak diangkut tetapi terkendala cuaca.
Tak jauh dari tumpukan bau bara itu terdapat lubang besar cukup dalam menganga bekas pengerukan. Dan di lokasi yang sama juga saat diperhatikan lebih jelas, naik sedikit ke atas ternyata terdapat kupasan baru yang sudah terlihat batu bara.
Sebelum dikeruk lebih dalam, warga yang mengetahui pun langsung menghentikan kegiatan ilegal tersebut.
Ketua RT.43 Imam Basori mengatakan sebelumnya pelaku penambang ilegal tersebut sempat menghubunginya untuk memasukkan alat tetapi dirinya tidak langsung mengizinkan, berkoordinasi terlebih dahulu dengan warganya. Saat persetujuan belum diberikan, penambang ilegal tersebut bergeming, tetap memasukan alat berat berupa eksavator ke lokasi yang dituju secara diam-diam.
"Mereka minta izin tapi saya tidak langsung mengiyakan, karena saya harus berkoordinasi dengan warga, tidak berani saya langsung mengizinkan. Tetapi sebelum ada kesepakatan warga, saya dapat informasi ternyata alatnya sudah masuk dan mereka sudah melakukan pengupasan, itu sudah terlihat batu baranya," ungkap Imam saat ditemui dikediamannya siang tadi.
Sabtu (19/11/2022) malam akhir pekan tadi sempat terjadi keributan antara warga dan penambang ilegal. "Warga minta alat berat mereka dikeluarkan dari dalam dan sekarang itu sudah keluar ada di pinggir jalan dekat pos kamling," sebut Imam lagi.
Warga RT.43 menolak keras adanya tambang ilegal di lingkungan mereka karena dengan dalih yang sama yaitu memasukkan alat untuk menutup lubang, ternyata menggali batu bara, yang kemudian ditinggal begitu saja, tanpa ditutup kembali.
"Ini sudah keempat kalinya, makanya kami tidak mau lagi, karena dampaknya tanah lumpur tak cuma bikin jalan berlumpur tapi juga merusak rumah warga. Tidak ada yang mau bertanggung jawab, apalagi jembatan juga rusak gara-gara mereka lewati, kami juga yang perbaiki. Kami juga tidak mau dibodohi lagi," tegasnya.
Di Rawa Makmur ada dua titik galian batu bara ilegal, satu titik tepat dibalakang kediamannya, yang mana lubang tambang itu masih menganga dan ditinggal begitu saja, hingga terkadang menyebabkan banjir lumpur.
"Iya ini dibelakang rumah saya juga, ada dua lubang, itu dalam karena terlihat airnya berwarna biru," kata Imam yang baru menjabat sebagai RT tiga bulan tersebut.
Sementara Lurah Rawa Makmur M Yulian Mustofa yang dikonfirmasi terpisah mengatakan mereka sudah mendapatkan informasi tersebut dan mendukung apa yang dilakukan oleh warga.
"Saat pemilihan RT kami sudah sampaikan kalua ada kegiatan-kegiatan seperti tambang ilegal kalau mau ditutup kami dukung karena mereka yang punya wilayah," sebut Mustofa.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur