Suara tangis histeris, tiba-tiba memecah suasana keseharian warga di Kecamatan Samarinda Seberang, pada Kamis (17/11/2022) siang. Suara itu berasal dari sebuah rumah bangsal, yang ditempati satu keluarga kecil, beranggotakan pasangan suami istri, bersama anak mereka yang berusia 6 tahun.
N, warga setempat yang ditemui Korankaltim.com, menceritakan dirinya mendengar suara tangisan itu semula tak mengetahui pasti ada kejadian apa. Ia mengaku baru mengetahui kejadian tersebut, ketika sang suami dihubungi oleh orang tua pasangan itu dan memberitahu ada insiden di rumah tetangga, yang masih kerabatnya tersebut.
Dari keterangan N, diketahui sang istri yang baru saja kembali ke rumah, terkejut alang kepalang, mendapati suami dan anaknya sudah dalam posisi tergantung pada sebuah tali.
Melihat itu, naluri ibunya tergerak. Ia bergegas memotong tali yang menjerat leher bocah 6 tahun itu, dan langsung membawanya ke rumah sakit terdekat.
Sayangnya, nyawa bocah itu sudah tak dapat diselamatkan. Bersama sang ayah, keduanya dinyatakan meninggal dunia. "Jadi, saya lihat itu masih tergantung. Anaknya dibawa ke rumah sakit," jelas N.
Dari keterangan N, diketahui pula bahwa jenazah bocah 6 tahun itu, setelah dari rumah sakit. Dibawa ke kediaman rumah orang tua ibunya. Sementara jenazah ayahnya, masih dalam posisi tergantung.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Samarinda Seberang Kompol Anton Saman, mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan, terkait penyebab kematian ayah dan anak tersebut.
"Ini masih kami selidiki dan jenazah juga sudah ada di kamar mayat AWS (Rumah Sakit Abdul Wahab Syahrani) termasuk anaknya yang sebelumnya sempat dibawa pulang, untuk dilakukan visum. Anggota juga masih di rumah sakit," ungkap Anton.
Penulis: Nancy
Editor: Rusdi