Alasannya, LSM Lawan Narkoba, menduga yang bersangkutan terlibat kerjasama dengan bandar narkoba. Padahal, jabatan Karutan Klas IIA Samarinda, baru saja ditempati Jul Herry Siburian, sejak akhir Oktober lalu. Sebelumnya, Jul Herry diketahui, menjabat sebagai Karutan Balikpapan Kelas IIB.
Koordinator Aksi Jumrani mengatakan, aksi sengaja dilakukan di depan Kanwil Kemenkumham Kaltim, karena hendak memastikan Kadivpas Kanwil Kemenkumham Kaltimtara, Jumadi agar bertanggung jawab, terkait dengan penempatan tersebut.
"Pak Kadivpas harus bertanggung jawab, atas penempatan Jul Herry Siburian, karena terindikasi dugaan bekerjasama dengan bandar-bandar narkoba serta pungli terhadap WBP, saat menjabat Karutan Balikpapan," ungkap Jumarani, saat ditemui di sela aksi.
Penempatan Karutan baru tersebut, lanjut Jumrani dinilai mencederai upaya penegakan hukum, dan perang melawan narkoba. "Ya, kami minta Karutan ini dipindah ke luar Kaltimtara. Kalau tidak, ya kami akan gelar aksi lagi," ungkap Jumrani.
Setelah menyampaikan orasi beberapa waktu, massa aksi tak dapat bertemu dengan pihak Kemenkumham dalam hal ini Kadivpas. "Pak kadivpas sedang tidak ada ditempat dan nanti stafnya koordinasikan ke beliau," tutupnya.
Terpisah, Kadivpas Kanwil Kemenkumham Kaltimtara, Jumadi saat dikonfirmasi terkait aksi damai tersebut mengatakan bahwa perpindahan Kepala Rutan disebutkannya adalah hal yang biasa dilakukakan, di setiap kementerian atau lembaga.
"Dan kebijakan penempatan seseorang untuk menduduki jabatan, Kadivpas tidak mempunyai kewenangan. Karena kewenangan ada di Kementerian," jelas Jumadi, saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Jumadi juga menyampaikan, penempatan Jul Herry Siburian sebagai Karutan Klas IIA juga relatif belum lama, yakni kurang dari satu bulan.
"Ya, tentunya beliau punya cara dan teknik tersendiri dalam memimpin. Makanya saya berharap Pak Jul Herry bisa memberikan pelayanan kepada WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan) dan masyarakat," tuturnya.
Jumadi, membeber, Jul Herry punya rekam jejak yang baik dan tak terlibat masalah. "Selama menjabat di Balikpapan beliau juga bagus, Rutan-nya jadi lebih baik sistemnya dan berjalan sesuai dengan harapan. Itu bisa dicek langsung ke sana (Rutan Balikpapan)," ungkapnya.
Disinggung soal indikasi dugaan, sebagaimana yang disebutkan massa aksi dari LSM Lawan Narkoba, Jumadi mengaku perlu dilakukan pemeriksaan fakta lebih dalam. "Soal itu, kalau sejauh ini belum ada bukti-bukti yang mengatakan seperti itu," pungkasnya.
Penulis: Nancy
Editor: Rusdi