Gubernur Kalimantan Timur H Isran Noor dan Kepala BNN se-Kalimantan hadir pada peresmian Laboratorium Narkotika ini yang menurut Petrik masih menjadi lingkup dari BNN RI. "Walaupun lokasinya di Samarinda, kontrol mekanismenya masih kerjasama langsung dengan BNN RI," ujar Golose usai meninjau laboratorium bersama Isran Noor.
Jenderal bintang tiga ini menyebutkan jika laboratorium tersebut dibangun untuk meng-cover wilayah Kalimantan. "Laboratorium BNN RI di Kaltim ini yang keempat berdiri di Indonesia, sebelumnya sudah ada di Sulsel, Sumut dan DKI Jakarta," ujarnya.
Bukan tanpa alasan labaratoium ini dibangun di Kota Tepian, selain meng-cover wilayah Kalimantan juga perlu untuk mendeteksi dini terkait narkotika jenis baru. "Ini sangat perlu karena kami akan mendeteksi dari penyerahan ke penyidik dan masalah new psikoaktif substansi, yang mana untuk dunia itu ada sekitar 1.127 sedangkan di Indonesia terdeteksi ada 91 jenis," bebernya.
Ungkapan narkotika hasil tangkapan BNN maupun dari penyidik Polri nantinya akan dianalisis terkait dengan kandungannya. "Sekaligus dilakukan penelitian dari barang bukti tersebut," sebutnya.
Selain itu, laboratorium ini nantinya juga akan kerjasama dengan Universitas Mulawarman (Unmul). "Gubernur menyarankan kerjasama dengan Unmul, tentu saja ini kami sambut dengan baik," imbuhnya.
Diharapkan keberadaan laboratorium ini bisa melindungi masyarakat Kalimantan Timur yang terpapar narkotika. "Karena mereka yang terpapar pasti akan merasakan beratnya menghadapi narkotika, apabila keluarga kita terkena. Makanya kami juga ada program yang disebut ketahanan keluarga," ucap Golose.
Golose menekankan jika laboratorium ini khusus forensik narkotika, berbeda dengan forensik Polri dan forensik komputer. "Jadi ini spesial ilmu narkotika, sarana dan prasarananya pun barang lebih bagus dan terbaru dari laboratorium yang ada sebelumnya," pungkas Golose.
Penulis:Nancy
Editor: Aspian Nur