Sayangnya, hingga berita ini ditulis, Korankaltim.com, belum berhasil menghubungi kontak yang diketahui digunakan sebagai nomor telepon pribadi Ismail Bolong.
Untuk itu, berdasarkan informasi yang dikumpulkan di lapangan. Awak redaksi Korankaltim.com, mendatangi satu alamat yang disebut-sebut sebagai kediaman pribadi Ismail Bolong, di kawasan Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda, pada Selasa (8/11/2022).
Ketika tiba di lokasi dimaksud, mata awak redaksi Korankaltim.com menangkap wujud sebuah rumah, degan cat dominan warna putih.
Selain itu, nampak terparkir dua kendaraan roda empat, serta beberapa sepeda motor di dalam garasi.
Sayangnya, di lokasi itu Korankaltim.com, tak berhasil mendapatkan keterangan apapun dari penghuni rumah. Tak diketahui pasti. Apakah Ismail Bolong berada di rumah tersebut, atau tidak. Pasalnya, berdasarkan pantauan awak Korankaltim.com, saat mendatangi lokasi pada Selasa siang, nyaris tak ada aktivitas di rumah tersebut.
Untuk mendapatkan informasi lebih jauh, Korankaltim.com, menemui Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat.
Ketua RT, mengonfirmasi bahwa benar rumah yang sebelumnya didatangi awak redaksi Korankaltim.com adalah benar kediaman Ismail Bolong. Dari ketua RT juga, diketahui bahwa Ismail Bolong sudah tinggal di kawasan tersebut sejak 10 tahun lalu.
"Saya terakhir bertemu beliau itu hari Kamis (3/11/2022) kalau tidak salah, saat ada acara pernikahan warga disini. Setelah itu tidak lagi, dan nomor beliau juga sudah ganti," kata Ketua RT.
Masih berdasarkan keterangan Ketua RT, diketahui bahwa Ismail yang tinggal di wilayahnya itu, adalah anggota Polri. "Iya (anggota Polisi), setahu saya dia usahanya tambang batu bara," ucapnya.
Saat ditanya terkait keseharian dan interaksi Ismail Bolong di lingkungan, Ketua RT mengatakan bahwa yang bersangkutan adalah pribadi yang santun dan rendah hati serta kerap berbaur dengan warga sekitar, jika ada kegiatan di lingkungannya itu.
"Beliau orangnya baik dan suka membantu warga sekitar, kalau ada kegiatan apapun pasti selalu ada," tuturnya.
Disinggung terkait video pengakuan Ismail yang viral, Ketua RT mengaku tak tahu persis persoalan yang dimaksud.
"Kalau itu saya tidak tahu ya, tapi kaget ada kasusnya seperti itu. Tetapi, yang jelas di mata saya dan warga beliau orang yang baik dan jiwa sosialnya tinggi, kami juga biasanya panggil (dia) bos," tutupnya.
Penulis: Nancy
Editor: Rusdi