Pemasangan hidran kering tersebut menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda Hendra AH, sebagai salah satu upaya untuk menanggulangi masalah kebakaran yang sering terjadi di kawasan padat penduduk.
"Tujuan program launching ini tentu upaya kita meminimalisir bencana kebakaran terjadi, dan tentu ini akan berkelanjutan, seluruh kawasan Kota Samarinda yang padat penduduk akan bisa dipasangkan dengan program ini," katanya.
Hendra menjelaskan, secara teknis penggunaan hidran kering ini berbeda dengan hidran basah yang distribusi airnya langsung disuplai dari pipa PDAM seperti di pinggir jalan. "Untuk hidran kering yang penyuplai airnya menggunakan mobil tangki air dari pemadam kebakaran," ucapnya.
Begitu ada kebakaran, mobil pemadam akan menyambungkan selang ke alat tersebut, sehingga mempermudah selang pemadam untuk menuju titik kebakaran. "Disini (Jalan Jelawat) kita pasang satu titik hidran kering dan empat titik standing pipa (cabang) untuk menuju berbagai arah," tambahnya.
Dia menuturkan, penggunaan hidran kering juga berguna ketika musim kemarau panjang yang menyulitkan mendapatkan air. Dengan sambungan dari mobil tangki air maka dapat menyuplai air ke masyarakat.
"Ke depannya kami akan memasang di daerah padat penduduk sesuai dengan pengajuan dari RT, camat atau lurah dimana daerah rawan kebakaran di daerahnya masing-masing," ungkap Hendra.
Sementara, Rusmadi Wongso mengapresiasi launching hidran kering tersebut yang menurutnya sudah sesuai dengan program unggulan Pro Bebaya. "Jadi selain memalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan. Pro bebaya ini juga harus fokus untuk menangani persoalan kebakaran terutama kelurahan atau RT yang padat penduduk," kata Rusmadi.
Dia memerintahkan kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan untuk membuat prototype pengamanan kebakaran. "Kalau di pemukiman seperti ini 2 atau 3 RT bisa gotong royong untuk mengadakan hidran kering yang siap menanggulangi kebakaran, apalagi yang penting peralatan dan sarana prasarana ketika terjadi kebakaran," tambanya.
Rusmadi mengimbau upaya sosialisasi selalu dilakukan untuk kemudian mengingatkan masyarakat bahaya kebakaran, papan-papan pengumuman untuk mengingatkan masyarakat yang keluar rumah agar listrik atau kompor harus dimatikan.
Penulis: Rahmat Surya
Editor: Maruly Zainuddin