Halimah mengajak keponakannya yang bekerja sebagai buruh pikul di pelabuhan untuk membeli arisan yang dijual oleh Julia, oknum guru honorer di satu Sekolah Dasar (SD) di Samarinda namun tak menyangka hal tersebut berbuntut penipuan.
Halimah sendiri sebelumnya sempat ikut dalam jual beli arisan online tersebut dan memperoleh keuntungan, sehingga dengan maksud baik wanita 29 tahun itu pun mengajak keponakannya untuk melipatgandakan tabungan, yang rencana digunakan melamar pujaan hati sang keponakan.
Keponakan Haliman bernama Rico yang berusia 23 tahun pun terpikat, menggunakan uang tabungan hasil jerih payahnya bekerja sebagai buruh pikul di Pelabuhan untuk ikut arisan. Nyatanya, uang yang dikumpulkannya selama bertahun-tahun lenyap begitu saja akibat mengikuti jual beli arisan bodong tersebut.
Saat diberitahu Halimah, Rico pun tak bisa berkata-kata,hanya bisa diam. Niat melamar kekasih hati pun terpaksa tertnda karena uang yang mau digunakan telah raib. "Saya pikirnya lumayan untuk tambahan buat dia melamar pacarnya, makanya saya ajak, karena kan saya juga pernah ikut dan untungnya lumayan," ujar Halimah kepada Korankaltim.com saat ditemui di Polresta Samarinda Kamis (20/10/2022) siang tadi.
"Keponakan saya itu buruh pikul di pelabuhan, saya tanya kamu punya modal tidak , dia bilang ada Rp25, 5 juta, saya bilang sini kalau nanti sudah genap uangnya buat lamar pacarmu," papar Halimah.
Apesnya, hanya berselang beberapa hari dirinya menyetorkan uang tersebut, ternyata jual beli arisan tersebut hanyalah modus pelaku untuk meraup keuntungan besar. "Ternyata saya dengar kabar, banyak ibu-ibu yang datang ke Polres, gara-gara ditipu, saya kaget, makanya ini datang kesini mau ikut laporan juga," ucap Halimah.
Julia, Wanita berusia 24 tahun yang dilaporkan kepada polisi saat ini sudah ditetapkan tersangka berdasarkan dua laporan korbanya yang mengalami mencapai Rp1,7 miliar, yang disangkakan pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan.
Dan kasus tersebut pun tak hanya satu atau dua orang yang menjadi korban pelaku, melainkan puluhan bahkan bisa mencapai ratusan orang, pasalnya tak hanya di Samarinda dan Kaltim, tetapi diluar Kaltim pun ada seperti Jakarta dan Sulawesi.
Nilai kerugian Rp1,7 miliar bukan tidak mungkin bertambah, belum lagi puluhan bahkan ratusan korban lain bisa-bisa mencapai puluhan miliar, akibat jual beli arisan yang dijual pelaku dengan harga rendah, itulah yang membuat para korban tergiur dan menginvestasikan uang mereka, hingga harus menggadai harta benta mereka dan meminjam kepada sanak saudara maupun orang lain.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur