"Belum parah, terus ada bunyi krek, krek, saya tungguin saja, ada tukang yang lain juga lagi kerja, tetapi karena bunyi begitu langsung keluar," kata Tarum.
Awal mula rumah retak terjadi kondisi cuaca tidak hujan dan kalau pun hujan tidak terjadi apa pun atau tanah bergeser. "Bukan karena hujan, karena kemarin cerah saja, kalau bilang warga karena ada pipa PDAM bocor, tapi saya tidak tahu juga," ujar Tarum lagi.
Sementara Jupri, warga sekitar mengatakan kawasan di RT 42 tersebut rawan tanah longsor.
"Daerah kami ini memang rawan longsor ada beberapa titik, tetapi untuk kejadian rumah amblas baru kali ini karena dekat tebing," ujar Jupri.
Kawasan terjadinya longsor tersebut disebutnya merupakan tanah urukan, yang mana dulunya tebing kemudian diuruk. "Dulu ini tanah urukan, diratakan, apakah mungkin memang belum terlalu padat kurang tahu juga. Yang jelas ini amblas ke bawahnya sekitar 3-4 meter," sebut Jupri lagi.
Untuk bangunan yang mengalami kerusakan satu rumah tahap pembangunan, yang mana sudah sekitar setahun dikerjakan dan tiga rumah itu terdampak. "Pondasi rumah warga yang sebelahnya (masih dibangun) sudah kelihatan pondasinya, karena tanah turun dan dari tadi malam pemiliknya sudah mengungsi ke keluarga mereka masing-masing. Ada 3 kepala keluarga, jumlah total saya kurang tahu," tutup Jupri.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur