Untuk posisi kapal sendiri saat ini belum dilakukan penggeseran, menunggu pemiliknya yang berada di Jakarta. "Kami masih tunggu pemiliknya dulu yang di Jakarta, karena untuk geser kapal kan perlu biaya dan nantinya ditempatkan di Pelabuhan mana juga perlu sewa, itu jadi urusan si pemilik," jelasnya
Ditanya soal dugaan sementara yang menjadi penyebab terjadinya kebakaran tersebut, pihaknya belum bisa membeberkan. "Ini masih kami dalami pemeriksaan kan, nanti kami sampaikan informasi lanjutannya," ucap Fahlevi.
Sementara, Kasi Keselamatan, Penjagaan dan Patroli Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IIA Samarinda Capt Slamet Isyadi mengatakan, setelah mendapatkan laporan kebakaran kapal tersebut mereka langsung berkoordinasi dengan PT Pelindo.
"Kami ke lokasi untuk upaya pemadaman kebakaran di kapal dan terkait pencegahan pencemaran. Awak kapal saat kami tiba juga sudah dievakuasi oleh Polairud," paparnya Rabu (28/9/2022) hari ini.
“Terkait pencemarannya kami belum temukan, tetapi kami akan memanggil pemilik kapal karena untuk mengeluarkan air harus dipompa mengurangi beban, tetapi harus dipisahkan air dan minyaknya, sehingga pengisapan harus dari bawah, jadi yang dibuang airnya saja, karena yang diatas itu kan minyak, supaya tidak terjadi pencemaran," ujar Slamet.
KSOP juga meminta ke operatornya untuk menjaga kapal tersebut, menghindari ditabrak kapal lain dan hanyut akibat arus sungai. "Karena tidak ada penerangan dan jangan sampai terjadi pencurian," paparnya.
Untuk hal terkait dari mana dan hendak kemana kapal tersebut hingga saat ini pihaknya mengaku belum mendapatkan data, pasalnya saat kejadian tersebut fokus penanganan.
"Kami belum ada datanya, nanti saya cari dulu ya, mau kemana dan dari mana. Awak kapal juga belum dimintai keterangan, karena masih menjalani pemeriksaan di Polairud Polresta Samarinda," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, KM Momentum 25001 yang berlabu di tengah Sungai Mahakam kawasan Pulau Atas terbakar Selasa (27/9/2022) pagi lalu sekitar pukul 09.30 WITA.
Dalam insiden tersebut ABK atas nama Suwarno berusia 50 tahun mengalami luka bakar 70 persen dan langsung dievakuasi ke RS Dirgahayu untuk menjalani perawatan intensif.
ABK lain Bernama Agus Sukamto yang juga Mualim 1 mengatakan saat itu kapal sedang berlabuh dan asal api dari kamar mesin, yang berada tepat dibawah kamar para ABK.
"Rencana mau ke Melak, melansir batu bara dan posisi kami berlabuh, jadi saat kejadian ada teman yang di kamar mesin dan langsung kami evakuasi minta tolong sama orang untuk dibawa ke rumah sakit," jelas Agus.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur