Hal ini melihat dari beberapa kasus bencana alam yang terjadi di Indonesia yang kerap menimbulkan korban jiwa dan kerugian materil.
Posko tersebut menjadi markas darurat penanggulangan yang dikendalikan penuh oleh Kodam VI/Mulawarman (Mlw) ke Korem 091/ASN. Hal ini diungkapkan Danrem 091/ASN Brigjen TNI Dendi Suryadi, disela-sela kegiatan hari ini.
"Kegiatan ini sebuah simulasi atau pelatihan komando dalam melakukan koordinasi antara komandan jajaran staf posko di sebuah wilayah yang tengah dilanda bencana," ungkapnya.
"Saat ada bencana, posko I ini langsung dibentuk. Danrem atau komandan harus melakukan koordinasi untuk perencanaan, persiapan dan pelaksanaan komando pengendalian penanggulangan bencana alam dengan para staf posko," sambungnya.
Selain operasi militer, TNI juga memiliki tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP), yakni antisipasi aksi terorisme, pengamanan perbatasan dan termasuk penanggulangan bencana alam seperti evakuasi dan bantuan kemanusiaan.
"Simulasi ini bukan sekedar latihan saja, namun juga ada penilaian dari tim. Tujuannya, agar seluruh prajurit Korem 091/ASN mampu bertindak cepat, tepat dan tuntas dalam menanggulangi bencana alam di wilayahnya," bebernya.
Dalam simulasi tersebut, pihaknya juga melibatkan pejabat Pemprov Kaltim, Dinas Kesehatan dan instansi teknis terkait dalam penanggulangan bencana untuk menyusun strategi dan koordinasi terpadu.
"Selain dihadiri pejabat Korem 091/ASN dan unsur muspida, juga disaksikan oleh pejabat Kodam VI/Mlw dan beberapa Korem di Kaltim. Diharapkan pelatihan ini bisa memiliki manfaat bagi para prajurit Korem 091/ASN," pungkasnya.
Penulis:Nancy
Editor: Maruly Zainuddin