Wakil Sekretaris Umum PTKP HMI Samarinda Sahrul Ramadana mengatakan, turunnya HMI membawa dua tuntutan yang diaspirasikan kepada wakil rakyat, pertama menuntut dan menolak dengan adanya kenaikan harga BBM kedua mengecam tindakan represif aparat terhadap massa aksi.
"Kami menolak dengan tegas naiknya harga BBM yang sudah pasti menyusahkan masyarakat banyak dan kami juga mengecam tindakan aparat penegak hukum untuk tidak melakukan represifitas kepada para mahasiswa dan masyarakat yang menyuarakan aksi demonstrasi", ujar Sahrul.
Untuk aksi kali ini tidak berlangsung lama karena faktor cuaca sehingga tidak kondusif serta sedikitnya anggota dewan yang turun hadir ke massa aksi.
"Hanya sebagian saja yang membermasai maasa aksi di depan, yang turun bersama kami hanya ada sekitar 4 anggota saja salah satunya Wakil Ketua 3 DPRD, sisanya berteduh karena hujan," jelas Sahrul lagi.
Massa aksi hanya menginginkan anggota DPRD Samarinda untuk turun membersamai mereka dengan berdiskusi dan menanggapi aspirasi yang disampaikan oleh PC HMI Samarinda.
"Hasilnya tidak sesuai dengan harapan, Kami akan melakukan konsolidasi internal tentang aksi lanjutan, tentu dengan jumlah massa aksi yang lebih banyak dalam waktu secepatnya", tutupnya.
Penulis: Surya
Editor: Aspian Nur