Menurut kerabat almarhum M Sofyan (48), jika kurang lebih satu jam ia menunggu di depan bangsalan almarhum dan tak ada respon dari dalam rumah saat diketuk.
"Saya gedor-gedor pintunya sambil manggil, tapi tidak disahutin, jadi teman saya ngintip dari celah jendela, ternyata dia (almarhum) sudah posisi terlentang di atas kasurnya," tuturmya.
Untuk memastikan kondisi korban, akhirnya ia pun meminta bantuan tetangga serta RT setempat untuk mendobrak pintu bangsalan tersebut. "Iya, minta bantuan tetangga, terus ngomong ke RT-nya juga, jadi kami dobrak pintunya, saat saya lihat kondisinya sudah kaku," terangnya.
Lanjut kata Sofyan, jika memang almarhum tersebut kerap mengeluhkan sakit di bagian pencernaanya, makanya sering dibawa ke rumah sakit. "Sering sakit memang dan saya yang biasa antar ke rumah sakit," singkatnya.
Sementara Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Sungai Pinang AKP Noor Dhianto mengatakan, dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
"Tidak ada tanda-tanda kekerasan dan berdasarkan keterangan kerabatnya, korban meninggal karena sakit, karena memiliki penyakir kronis pada pencernaan," singkatnya.
Pasca penemuan jasad lelaki tersebut, tak lama Unit Inafis Satreskrim Polresta Samarinda bersama Polsek Sungai Pinang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Setelah itu almarhum langsung dievakuasi menggunkan ambulans PMI ke kamar jenazah RSUD Abdoel Wahab Sjahranie, guna dilakukan visum.
Penulis: Nancy
Editor: Maruly Zainudddin