Sementara untuk di Kaltim kata dia, sejauh ini masih belum ada informasi, suspek, atau orang yang diduga terpapar cacar monyet. "Kabupaten/kota juga tidak ada laporan terkait hal ini," kata Jaya kepada Koran Kaltim, Rabu (24/8/2022) sore tadi.
Penyakit cacar monyet ini penyebarannya memang tidak secepat dan semudah seperti Covid-19. Karena jika Covid-19 dapat tersebar melalui udara, sementara cacar monyet melalui bekas ruam yang berada di kulit penderita.
Kendati demikian bukan berarti pihaknya mengabaikan, namun terus berkoordinasi dengan kabupaten/kota seperti Balikpapan dan Samarinda sebagai pintu masuk dari luar daerah untuk selalu waspada.
"Karena cepatnya keluar masuk orang itu dari jalur udara. Makanya kita lebih intens koordinasi ke Balikpapan dan Samarinda," jelasnya.
Tahap pengobatan dari cacar monyet ini sejatinya kurang dari 28 hari, namun risiko penyebaran yang massif pun ada. Sehingga dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah menyiapkan vaksin yang akan diberikan di daerah-daerah yang terindikasi.
"Untuk persiapan di daerah juga kita tetap terapkan protokol termasuk isolasi mandiri," tuturnya
Vaksin ini nantinya tidak diberikan kepada seluruh masyarakat, tetapi hanya yang membutuhkan saja, bagi orang yang terpapar positif dan orang sekelilingnya.
Penulis: Faishal Ays
Editor: Maruly Zainuddin