Bendera dengan ukuran 15 meter x 25 meter ini dibentangkan oleh 30 orang dari
gabungan mahasiswa sejumlah kampus di Kota Tepian yang mengenakan seragam
putih hitam.
Adapun unsur yang ikut serta melaksanakan kegiatan tersebut diantara Komunitas
Fun Family Camp, Camper Van Indonesia, Relawan, Dinas Pemadam Kebakaran
(Damkar), Polresta Samarinda, komunitas sepeda, mahasiswa, organisasi
masyarakat (ormas) dan berbagai unsur masyarakat lainnya.
Saat sirine detik-detik proklamasi dibunyikan, semua aktivitas di jalanan
terhenti, seluruh pengendara dan masyarakat yang melintas ikut melakukan
penghormatan secara khidmat kepada bendera merah putih yang sedang
dibentangkan.
Masyarakat juga menyanyikan lagu kebangsaan 17 Agustus. Selama kurang lebih 5
menit jalanan terasa lenggang dan penuh khidmat. Seusai itu seluruh masyarakat
kembali beraktivitas sembari bersorak merdeka dipenuhi rasa gembira.
"Perayaan seperti ini dilaksanakan tiap tahun, perbedaannya tahun ini ada
bendera raksasa saja. Lokasinya memang disini setiap tahunnya," jelas Polly
Rachman, Koordinator Lapangan Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota
Samarinda. "Harapannya tahun ini semua semakin solid dan bersatu sesama
masyarakat," imbuhnya.
Sementara inisiator pembentangan bendera raksasa Syarifuddin Amir
menjelaskan, pembentangan bendera tersebut merupakan kegiata ke-6 yang
dilakukannya. Tahun sebelumnya dibentangkan di Balikpapan.
"Bendera ini dibuat khusus sama seperti tahun di 2019 lalu. Ini acara keenam
kalinya saya adakan. kalau tahun lalu kami bentangkan di Balikpapan.
Harapannya seluruh masyarakat indonesia tetap semangat, kompak dan terus
sejahtera," papar Amir.
Membentangkan bendera dengan ukuran raksasa menjadi kepuasan sendiri bagi Amir
dalam mengekspresikan rasa syukur di hari Kemerdekaan.
Selain itu, bagi pengguna jalan yang melintas semuanya sangat senang, meskipun
perjalanannya terhambat sejenak akan tetapi hal itu tidak menjadi kendala,
terlebih masyarakat juga bisa merayakan HUT Ke-77 RI ini secara bersamaan di
simpang empat Mal Lembuswana.
"Saya senang pas saya lewat ada upacara detik-detik proklamasi ini. Tidak ada
terganggu sama sekali bahkan hormat bendera dan sama-sama bernyanyi lagu
kebangsaan," kata Siti Aminah, pengendara yang hendak melintas dari Jalan Dr
Soetomo kearah Jalan M Yamin.
Penulis: Linda Mulyani
Editor: Aspian Nur