Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi menjelaskan, pembagian bendera ini sebagai pengingat kalau Indonesia berdiri dengan perjuangan Merah Putih.
"Simbol nasionalisme itu akarnya persatuan dan kesatuan bangsa, karena itu pembagian bendera merah putih ini mengingatkan tenatang pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa," kata Hadi usai membagikan bendera secara simbolis kepada Forkopimda dan masyarakat, di Kantor Gubernur, Rabu (10/8/2022) pagi tadi.
Hadi menyebut perbedaan agama, suku, pemikiran, latar belakang, tidak boleh membuat negara Indoneisa menjadi berpecah belah. Karenanya, untuk membangun bangsa dengan baik harus dengan bersatu.
"Harapannya tentu masyarakat lebih sejahtera, anak muda merasa punya kewajiban untuk membangun negeri ini, itu menjadi salah satu spirit yang harus kita berikan ke anak bangsa," kata Hadi lagi.
Sebagai informasi pembagian bendera Merah Putih sebanyak 10 juta ini sejatinya untuk se-Indonesia. Khusus di Kaltim jumlah yang dibagikan sejauh ini masih belum dihimpun.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltim Sufian Agus mengatakan hal ini. Nantinya dari pihaknya yang akan menghimpun dan menghitung kemudian melaporkan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) jumlah bendera se-Kaltim.
"Tapi khusus sumbangan, ini baru permulaan, masih ada waktu, kami sudah secara simbolis menyerahkan ke masyarakat Kalimantan timur melalui Pak Wagub dan Forkopimda untuk menyerahkan sumbangan dari teman-teman OPD. Nanti ini berlanjut terus," jelas Sufian.
Sebenarnya penyerahan ini telah dilakukan dari Forkopimda sejak 1 Agustus lalu, dibuktikan dengan dokumentasi yang diterima pihaknya. Karenanya, untuk jumlah pembagian di Kaltim terlebih dahulu akan dihimpun.
"Kami belum pastikan berapa yang akan kita bagikan. Mudah-mudahan bisa sampai puluhan ribu," harapnya.
Pembagian bendera ini tidak menggunakan dana daerah, melainkan berasal swadaya dari berbagai kalangan yang memberikan bantuan untuk disumbangkan ke masyarakat. Asal benderanya pun lanjut dia, itu dari pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
"Kami borong semua. Untuk meningkatkan perekonomian UMKM juga. Cinta tanah air tidak hanya memperingati tanggal 17, tapi juga seperti ini juga sebagai cinta kita kepada tanah air, pada bangsa kita ini yang merdeka 77 tahun," ucap Sufian.
Penulis : Faishal Ays
Editor: Aspian Nur