Pejabat Fungsional, Teknik Pengairan Ahli Muda, Bidang Sumber Daya Air (SDA) PUPR Samarinda Darmadi kepada Korankaltim.com menjelaskan, kondisi cuaca cukup mempengaruhi bagi hambatan pengerjaan proyek drainase itu.
Hujan yang terjadi hampir setiap hari di Kota Tepian menimbulkan genangan pada galian drainase, karena itu pengerjaan akan membutuhkan waktu untuk harus melakukan pengurasan pada genangan yang terjadi.
"Jadinya pengurasan ini akan mengulur waktu pengerjaan yang harusnya bisa dilakukan pemasangan box culvert," kata Darmadi Minggu (7/8/2022) siang tadi.
Kalau galian terjadi genangan maka pihaknya tak mampu melanjutkan pengerjaan sebelum kondisinya kering, jika dipaksakan maka pengerjaan bakal tidak simetris.
"Tidak bisa dipaksakan nanti bisa miring, jadi harus dikuras dulu, tapi kami tetap optimis bisa capai target," ungkapnya.
Pengerjaan yang sementara ini berlangsung dengan spesifikasi panjang 325 meter mulai dari pengerjaan pertama depan Rumah Jabatan Wali Kota Samarinda hingga menuju ke polder Mall Lembuswana dengan lebar 3 meter dan kedalaman 1,45 meter dengan besaran anggaran sebesar Rp 16 miliar.
Penulis : Claudius Vico
Editor: Aspian Nur