Riski, teman Nurwahid yang ikut berenang sebelum kejadian menjelaskan awal dia dengan satu temannya lagi dan Nurwahid hanya bermain sepeda di sekitar galangan kapal tersebut, namun saat melihat air sungai dangkal (surut), ketiganya memutuskan untuk berenang.
"Dia (Nurwahid) berenangnya agak ke tengah, kayaknya terseret, sempat minta tolong," kata Riski kepada Korankaltim.com petang tadi.
Melihat situasi itu Riski pun panik dan bergegas mencari pertolongan dengan memberitahu kepada para pekerja galangan kapal termasuk warga sekitar. "Saya datangi rumahnya, kasih tahu bapaknya," ucap Riski lagi.
Eko Parmuki segera datang begitu mendapat informasi anaknya tenggelam. Pria 35 tahun itu tak bisa menyembunyikan rasa cemas, sedih dan takut dari wajahnya.
Eko berdiri sambil menatap ke arah sungai dengan mata berkaca-kaca. "Saya tahunya, temannya datang ke rumah, kasih tahu anak saya tenggelam," kata Eko yang ditemui di lokasi.
Biasanya menurut Eko anak laki-lakinya itu keluar bermain bersama dengan teman sebayanya. "Anak saya memang sering main sepeda sama teman-temannya, dan kami juga tidak tinggal disekitar sini, tapi di Bung Tomo, Gang 4," sebutnya.
Warga sekitar yang mengetahui Nurwahid tenggelam pun turut membantu mencari, tetapi belum membuahkan hasil.
Tim SAR Gabungan pun yang mendapatkan laporan langsung membangun posko dan untuk malam ini tidak dilakukan pencarian dan hanya pemantauan. Pencarian akan dilakukan mulai Sabtu (6/8/2022) besok pagi.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur