"Kami cek dari dispenser dan pengirimannya ternyata ya tidak ada masalah, jadi kami curiganya dari tangki pendam. Makanya dilakukan kalibrasi cleaning, karena sejak berdiri 20 tahun tidak pernah dilakukan dan baru kali ini," terangnya.
Untuk itulah, pihaknya langsung melaporkan ke pihak Pertamina untuk melalukan kalibrasi ini dan pekerjanya ditunjuk oleh SPBU yakni dari PT Sindo Adi Pratama di Balikpapan.
"Kami tetap laporan ke Pertamina, sehingga untuk pengiriman di stop sementara. Jadi, kami sendiri yang menunjuk perusahaan yang melakukan kalibrasi ini," ungkapnya.
"Jadi memang posisinya saat itu sdh diclening dirinsoin dan lain-lain, dengan menggunakan blower untuk menghilangkan hawa itu, rupanya pada waktu si anak ini mencabut colokan, timbul percikan api, ya mungkin karena masih ada hawa-hawanya, tetapi sebentar beberapa detik saja, jadi kalau saya bilang ini kecelakaan kerja," sambungnya.
Ditanya soal berapa kapasitas tangki pendam tersebut, Fahrul menyebutkan sekitar 30 KL. "Yang jelas, kalau dilihat ya pekerjaan mereka ini sudah safety," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, insiden letupan di SPBU Jalan Bung Tomo, Kelurahan Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang pada Rabu (3/8/2022) sekitar pukul 17.30 WITA, terdapat dua korban mengalami luka bakar, yang merupakan pekerja yakni
Didha Dony Damara (20) dan Suwarno (51), yang mana keduanya merupakan ayah dan anak asal Balikpapan, yang bernaung di PT Sindo Adi Pratama.
Penulis: Nancy
Editor: Supiansyah