Bentuk dukungan yang diberikan pada kelompok tani mewakili Pemkot Samarinda turut disampaikan kepada khalayak umum yang hadir, seperti diantaranya perlindungan terhadap lahan pertanian yang ada.
"Sesuai dengan RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) telah ditetapkan wilayah ini masuk LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) jadi sangat bisa dimungkinkan," ucapnya, Rabu (13/7/2022).
Tak hanya perlindungan mengenai lahan, pria yang kerap disapa AH itu juga meminta kepada perangkat daerah teknis untuk dapat mengusulkan perencanaan perbaikan sistem irigasi pada ladang sawah yang ada. Sebab, keberhasilan panen juga tak terlepas dari sistem irigasi yang baik.
"Sistem irigasinya sebelum ini berfungsi baik akan tetapi mengalami kerusakan jadi tak berfungsi maksimal," jelasnya.
Perwakilan kelompok tani juga turut mengutarakan keluhan dan permohonan agar sekiranya Pemkot Samarinda dapat memberikan solusi, salah satunya mengenai kelangkaan pupuk, degan sigap mantan Wakil Ketua DPRD Kaltim itu menanggapinya dengan melakukan penelusuran awal. "Akan saya periksa supaya pupuk tidak langka," ungkapnya.
Upaya ketahanan pangan itu juga dilakukan Pemkot Samarinda melalui sinergitas dengan perusahaan tambang yang dimana lahan eks tambang sekiranya dapat dikelola agar dapat dimanfaatkan untuk memperluas lahan pertanian di Samarinda.
Penulis: Claudius Vico
Editor: Supiansyah