“Seluruh masyarakat Kalimantan Timur harus mempersiapkan diri dengan baik, bekerjasama, bekerja keras dan bekerja cerdas serta bekerja ikhlas, siap berkorban untuk ikut berperan dalam percepatan pembangunan IKN,” kata Masjaya.
Diharapkan dengan momen Iduladha tahun ini, percepatan pembangunan IKN bisa menjadikan kawasan itu sebagai ibu kota yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur ata negeri yang baik dengan Rabb (Tuhan) yang maha pengampun.
“Masyarakat Kalimantan Timur khususnya Samarinda kalau ingin sukses dalam percepatan pemindahan dan pembangunan IKN, maka seluruh elemen masyarakat harus mempersiapkan diri dengan baik. Lembaga pendidikan dan pemerintah harus bisa memberikan akses seluas-luasnya terutama kepada generasi muda untuk meningkatkan diri agar bisa berperan dalam pembangunan IKN,” paparnya.
Masjaya yang juga dosen pada program studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Unmul ini mengingatkan juga momen Iduladha sebagai muhasabah diri dan pengorbanan hidup kepada Allah SWT.
“Ini salat Iduladha pertama setelah dua tahun pandemic Covid-19. Pergerakan terbatas, banyak yang meninggal dunia, masjid ada yang ditutup dan ada yang dibuka dengan jamaah dibatasi, ibadah haji juga ditunda. Alhamdulillah tahun ini semua sudah kembali normal, sudah seharusnya umat muslim semakin mendekatkan diri kepada Allah,” paparnya.
Umat muslim di dunia kata Masjaya sudah seharusnya mensyukuri kehidupan normal yang kembali didapat tahun ini setelah dua tahun terimbas pandemic.
Pada perayaan Iduladha di Masjid Al Muhajirin tahun ini yang dihadiri ratusan masyarakat dengan imam Ustadz Shobran tersebut, ada delapan ekor sapi dan satu ekor yang diterima untuk dikurbankan yang nantinya daging kurban akan dibagikan kepada masyarakat sekitar Bengkuring terutama yang tidak mampu.
Editor: Aspian Nur