"Satu, mari kita menegakkan masjid. Kedua, mari kita meninggalkan ilmu yang baik ilmu yang bermanfaat bagi setiap orang. Ketiga, mari kita meninggalkan anak cucu yang saleh seperti Nabi Ibrahim AS. Anak dan cucu serta cicitnya menjadi Nabi. Luar biasa keluarga Nabi," kata Suyatman.
Ia juga mengingatkan kepada seluruh jamaah salat Ied hari ini untuk terus bermunajat kepada tuhan dan memperbesar kesabaran atas musibah yang menimpa.
"Saya menambahkan satu lagi, kesabaran Nabi Ismail saat diuji untuk disembelih. Itu juga harus kita tiru, kesabaran dalam menjalani masalah dan musibah. Karena tidak ada orang yang terhindar dari masalah dan musibah. Tapi yakin lah nikmat allah lebih banyak dari musibah yang kita terima. Andai kata musibah kita sekapal besar maka nikmat itulah lautannya," tambahnya.
Di akhir khutbahnya, pengurus Muhammadiyah Kaltim ini mengajak sepuluh umat muslim untuk membangun semangat berkurban. Baginya kurban merupakan ibadah setahun sekali sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan dengan baik sebagai ajang bersyukur atas nikmat Allah.
"Mari kita bangun spirit berkurban. Di samping kita menjalani musibah jangan lupa senantiasa bersyukur. Terutama bapak/ibu yang memiliki rezeki yang lebih jangan lupa berkurban. Kalau salat itu ibadah harian dan kurban itu ibadah tahunan. Hanya setahun sekali," tutupnya.
Penulis: Linda Mulyani
Editor: Supiansyah