Pria yang kerap disapa AH ini menjelaskan, selama menjabat sebagai pemimpin Kota Samarinda, ia melakukan beberapa upaya dalam mendorong peningkatan PAD. Di antaranya melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi dalam peningkatan PAD, mengoptimalkan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan melakukan optimalisasi aset yang bernilai strategis, serta mengupayakan pendapatan lain-lain yang dianggap sah. "Empat garis besar ini yang menjadi strategi Pemkot Samarinda untuk meningkatkan PAD," ucapnya.Selasa (28/6/2022).
Selain empat poin upaya yang dilakukan dalam rangka peningkatan PAD, orang nomor satu di Samarinda itu juga menjelaskan hal yang tak kalah penting yaitu melakukan efesiensi biaya belanja yang tak berbasis pada kebutuhan rakyat. "Karena menurut saya akan percuma kita dorong peningkatan kalau kita tidak efisienkan biaya belanja, sebab sesuai peraturan PAD itu harusnya digunakan dengan berbasiskan kebutuhan masyarakat," jelasnya.
Tak hanya sebatas ucapan upaya peningkatan PAD pun juga dibuktikan olehnya. Ia membeberkan hingga saat ini setidaknya PAD Kota Samarinda mencapai angka Rp596 miliar pada 2021 dari sebelumnya saat awal jabatannya hanya sekira Rp380 miliar. "Dalam sepanjang sejarah Kota Samarinda di masa pandemi kita hampir mencapai angka Rp600 miliar," ungkapnya.
Meski demikian, dirinya merasa tak cukup sampai dengan hasil yang ada saat ini saja, mantan Wakil Ketua DPRD Kaltim itu terus mendorong agar perangkat daerah juga dapat mendongkrak lebih capaian PAD saat ini. "Kita akan terus tingkatkan target PAD dalam setiap tahunnya," tandasnya.
Penulis: Claudius Vico
Editor: Supiansyah