Dari pantauan Korankaltim.com Selasa (21/6/2022) hari ini, beberapa ruas jalan yang akan dilewati Joko Widodo menuju ke tempat acara besok dipermulus, satu diantaranya jalan di depan Terminal Lempake, Jalan DI Pandjaitan.
Di kawasan itu, jalan berlubang dan bergelombang yang setiap hari dilewati warga, sejak hari ini sudah terlihat aktivitas perbaikan. Tak hanya itu, di Jalan PM Noor yang juga akan dilewati presiden, antrian truk untuk membeli solar juga menghilang sejak hari ini.
Tak pelak, suasana perbaikan jalan dan tak adanya antrian truk itu pun langsung diunggah ke media sosial dan mengundang banyak komentar dari masyarakat Kota Tepian. “Masih pola lama, belum bisa berubah,” sindir netizen di media social Facebook. “Jalan Loa Buah apa kabarnya lah,” tulis yang lain.
“Apa sih yang tidak bisa demi di bilang rapi kotanya. Saya harap bukan cuma dari jalur APT Pranoto ke kota tapi juga dari kota ke Loa Buah. Tolong lah bapak yg terhormat, saya bukan warga disana tapi ikut merasakan sakitnya akses jalan padahal masih masuk Kota Samarinda,” ungkap pengguna Facebook.
Wajar kalau masyarakat Samarinda menyindir aktivitas perbaikan jalan di depan terminal Lempake, mengingat yang lebih utama dan lebih parah sebenarnya adalah jalan di kawasan Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang untuk diperbaiki.
Di jalan tersebut selain gelap saat malam hari jalannya juga bergelombak dan rusak dibanyak bagian, padahal Jalan Loa buah merupakan akses masuk keluarnya barang pengangkut sembako ke Samarinda.
Perbaikan jalan di Kota Samarinda jelang datangnya Presiden Joko Widodo sudah diprediksi sebelumnya oleh masyarakat Samarinda, termasuk pengamat hukum dan perkotaan Kaltim Herdiansyah Hamzah yang menyebut kedatangan presiden bakal membuat wajah Kota Tepian terlihat lebih cantik.
"Kedatangan presiden ke Kalimantan Timur berarti akan membuat jalan-jalan protokol sepanjang bandara ke pusat kota terlihat bagus untuk sementara waktu. Samarinda akan dipoles sebagus mungkin demi menyenangkan presiden. Ini budaya Asal Bapak Senang (ABS) warisan orde baru yang masih dilanggengkan," tegas Castro, sapaan akrabnya kepada Korankaltim.com Senin (20/6/2022) kemarin.
Padahal Castro berharap wajah Samarinda diperlihatkan apa adanya. "Presiden harus tahu itu, paham kalau Samarinda dan Kaltim mengalami krisis ekologi yang sangat parah karena industri ekstraktif yang mematikan ini," sebutnya.
Editor: Aspian Nur