Mau tak mau Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (Pengprov Porlasi) Kalimantan Timur harus menunda pelaksanaan pelatihan pelatih yang harusnya digelar pekan lalu tersebut yang juga digelar bersamaan dengan pelatihan untuk wasit, juri atlet dan manajemen lomba serta kejuaraan provinsi.
Hal ini disampaikan Ketua Porlasi Kaltim Teddy Abay kepada Korankaltim.com Jumat (3/6/2022) hari ini. "Kejurprov rencana awal berlangsung pekan lalu tapi karena acaranya bergandengan dengan coaching clinic yang disponsori oleh Dispora Kaltim lima hari sebelum kejurprov ternyata nara sumber tidak bisa hadir di Berau karena ketiadaan tiket pesawat dan jalanan putus. Mau tidak mau harus diundur dulu," ujar Teddy Abay.
Pekan depan direncanakan kegiatan tersebut berlangsung dengan estimasi waktu selama seminggu, empat hari untuk pelatihan dan 3 hari untuk kejurprov layar junior se-Kaltim.
"Coaching klinik dari Dispora tetap dilaksanakan insya Allah tanggal 7 Juni hari Selasa sampai 11 Juni, disambung kejuaraan layar junior sampai tanggal 14 Juni," paparnya.
Kejurprov juga sebagai uji coba kemampuan atlet junior sebelum berlomba di Porprov Berau November mendatang.
"Begitu selesai pelatihan langsung dipraktekan di kejurprov. Ilmu yang diberikan saat coaching clinic dipakai langsung saat lomba. Makanya kami berani menunda kejurprov karena kami ingin sebelum kejurprov seluruh elemen di Porlasi mendapatkan penataran dari nara sumber," paparnya.
Kegiatan yang digelar Porlasi Kaltim sendiri mendapat dukungan dana dari Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Timur
"Karena kesempatan mendapatkan bantuan tidak mudah, bisa saja setahun sekali sehingga supaya menghindari terjadinya ketidak efektifan program maka kami rangkai jadi satu. Sekali acara dapat empat disiplin kegiatan, kalau tidak begitu rugi," tutup Teddy.
Penulis: Linda Mulyani
Editor: Aspian Nur