Masjid Jami' Nurul Huda di Jl KH Mas Mansyur, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, dan Masjid Baiturrahman di Jl Soekarno Hatta Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Loa Janan Ilir.
Korankaltim.com mendatangi salah satu masjid yakni Jami' Nurul Huda di Jl KH Mas Mansyur, Sungai Kunjang. Menurut sekuriti masjid, Ali Yusni (28) surat ancaman yang mereka Terima sama dengan yang terjadi di Kukar, pada Kamis (26/5/2022) usai salat Isya.
"Itu yang menemukan salah satu jamaah, di bawah ambal sajadah (jamaah laki-laki), kemudian diberikan kepada pihak masjid. Tetapi, pihak masjid ini tidak menggubris surat itu," ungkapnya.
"Ya, alhamdulillah sampai sekarang kegiatan ibadah di sini berjalan seperti biasa," sambungnya.
Pengurus Masjid Al-Muttaqin, Syarifudin (47) saat diwawancara mengatakan jika sekitar pukul 15.15 WITA, melihat ada secarik surat di tempat imam.
"Ya, awalnya saya kira surat ini minta untuk diumumkan orang meninggal, ternyata saat saya baca isinya ancaman minta uang Rp1 miliar, dan nantinya uang ditaruh di atas mimbar, kalau tidak dibunuh, juga pintu jangan ditutup, inti isi suratnya begitu. Tetapi, ya saya tidak terlalu menggubris," ungkapnya.
Lanjut kata dia, pada Senin (30/5/2022) tadi malam, Kapolresta Samarinda datang untuk menanyakan soal surat teror tersebut.
"Beliau datang dan menanyakan prihal surat itu, ya saya bilang ada, tetapi saya bilang tidak ada ngomong ke siapa-siapa, karena malas juga menanggapi. Orangnya juga tidak tahu, karena CCTV di sini rusak sudah lama," tandasnya.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli saat dikonfirmasi terkait teror tersebut, ia mengaku pihaknya masih melakukan penyelidikan.
"Masih dilakukan penyelidikan, dan kami akan koordinasi dengan Polres Kukar dalam pengungkapan kasus ini," singkatnya.
Pelaku teror itu sendiri telah diamankan aparat Polsek Loa Kuli, Kukar pada Senin (30/5/2022) malam.
Penulis: Nancy
Editor: Supiansyah