Oleh karenanya Agnes menggandeng berbagai penggiat ekonomi kreatif di Samarinda, salah satunya BKS. Pertemuan tersebut menyampaikan maksud dan tujuan pendataan yang akan dilakukan untuk pengajuan kota Samarinda sebagai kota Kreatif
"Ingin membahas tentang pengisian borang dari Kementerian RI sekaligus menjelaskan kepada teman-teman terkait maksud dan tujuan pengisian borang, kemudian arahnya ke mana," Kata Agnes kepada Koran Kaltim, Rabu (27/4/2022) malam.
Dalam ekonomi kreatif terdapat 17 sub sektor, dalam hal ini Agnes menyebut lebih mengutamakan 4 sub sektor unggulan di Samarinda yakni kuliner, kriya, musik dan fashion. Kemudian dari 4 sub sektor tersebut akan dicari yang lebih condong dilakukan oleh masyarakat Samarinda melalui pendataan.
"Tujuannya adalah kita melakukan pemetaan, dari pendataan ini maka akan terlihat petanya pelaku ekonomi kreatif di Samarinda ini lebih condong ke mana," Imbuhnya.
Lebih lanjut Agnes juga menjelaskan keuntungan para pelaku usaha kreatif setelah melakukan pendataan itu, pelaku usaha kreatif akan masuk kedalam database Kementrian RI. Hal ini memudahkan bagi Kementrian dan Disporapar kota Samarinda untuk pembuatan program perkembangan dan membuat kebijakan terkait pelaku usaha kreatif.
"Hasil pendataan menunjukan peta ekonomi kreatif di Samarinda nanti itu yang kita fokuskan tapi tidak mengenyampingkan sub yang lain. Ini nanti kita akomodir apa yang dibutuhkan untuk pengembangannya, nanti yang lain juga ikut terdampak dan tertarik," terangnya.
Pertemuan itu disambut baik oleh BKS. Ketua BKS, Ridwanto mengungkap bahwa ia mendukung adanya pendataan ini agar pelaku-pelaku usaha kreatif khususnya bidang perkopian ini dapat terlihat.
Menurutnya ini hal positif, dimana pemetaan bagi usaha kreatif seperti perkopian itu bisa terdata sehingga terlihat peminatnya dan mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah.
"Tujuannya sangat positif apalagi untuk pendekatan kita menghadapi IKN. Di mana profesi yang kami jalani untuk bidang perkopian harapannya agar bisa terlihat atau lebih diperhatikan pemerintah," kata Ridwanto.
Perlunya perhatian khusus pemerintah dalam ekonomi kreatif ini. Menurutnya perkembangan kopi akhir-akhir ini sangat pesat sehingga banyak memberikan sumbangsih bagi pemerintah terkait pembayaran pajak dan pengentasan pengangguran.
"Karena salah satu dampak yang kami berikan kepemerintah itu, kita memberikan lapangan kerja, pajak penghasilan yang kita berikan," sambungnya.
Ridwanto juga berharap agar pelaku usaha kreatif lainnya mampu mengikuti pendataan dengan baik. Karena sangat penting supaya mampu dijangkau oleh pemerintah secara langsung.
Penulis: Linda Mulyani
Editor: Supiansyah