Hal tersebut selaras dengan salah satu unsur utama yang terdapat dalam lambang korps hakim yaitu Tirta yang bermakna air. "Yang melambangkan sifat hakim yang bersih dan penuh kejujuran, berbuat tanpa pamrih, serta tabah dalam menghadapi segala situasi," ungkap Syarifuddin melalui rilis resmi kepada Korankaltim.com, Rabu (27/4/2022) malam.
Bagi Syarifuddin, Sutoyo telah menjadi hakim yang seperti air, bakti dan pengabdiannya kepada dunia peradilan telah dibuktikan dengan sungguh-sungguh.
"Saya percaya, lencana cakra dan toga merah yang selama ini melekat di raga Bapak Sutoyo, akan menjadi saksi pengabdian di hadapan Sang Ilahi," kata mantan Ketua Pengadilan Bandung itu.
Hidup di dunia ini sejatinya adalah untuk mempersembahkan bakti. Bakti baik kepada Tuhan, bangsa dan negara, maupun sesama manusia. Sebab, hidup tanpa bakti adalah kesia-siaan.
"Peran dan bidang apa pun yang kita tekuni di atas permukaan bumi ini, semuanya merupakan ladang pengabdian untuk membuktikan bakti agar hidup lebih bernilai," tuturnya.
Sutoyo merupakan hakim yang telah 39 tahun mengabdikan dirinya di dunia peradilan. Ia memulai karier sebagai calon hakim di Pengadilan Negeri Kebumen. Sebelum menjadi Ketua PT Kaltim, ia merupakan Ketua PT Ambon. Alumnus Universitas Gajah Mada itu telah menorehkan beberapa prestasi, contohnya ketika memimpin Kaltim ia telah melakukan peningkatan kualitas SDM, peningkatan sarana dan prasarana, peningkatan inovasi, dan yang lainnya.
Diketahui, pergelaran Wisuda Purnabhakti Ketua PT Kaltim digelar pada Selasa (26/4/2022) lalu di Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajahmada, Samarinda.
Penulis: Faishal Ays
Editor: Supiansyah