Kejutan kue 30 tahun anniversary pernikahannya sengaja dipesan oleh putranya M Thiezar Firrizqi sesuai kesepakatan, anak dan ayah itu.
“Kebetulan Thiezar yang mengingatkan dan langsung kita putuskan melakukan buka puasa bersama. Ini sudah tradisi tiap tahun bersilaturahmi dengan keluarga dan teman-teman memang rutin buka puasa bersama. Jadi ibu (Puji,red) tidak curiga,” beber Jaang.
Sehingga lanjut Jaang mereka mengundang keluarga terdekatnya, teman-teman alumni di Universitas Widya Gama, alumni di SMP Negeri Melak dan keluarga besar di rumah jabatan sewaktu masih menjabat wali kota.
“Kami juga mengundang anak yatim dengan harapan dari doa-doa mereka pernikahan akan terus langgeng, penuh rahmat, barokah dan terus bahagia. Harapan kami juga cepat menggendong cucu,” tutur Jaang wali kota Samarinda periode 2010-2015 dan 2016-2021.
Jaang mengakui 30 tahun pernikahan ini tentunya banyak suka duka dalam berumah tangga, terlebih merintis rumah tangga di kota orang.
Jaang mengaku tidak ada resepsi pernikahan. Mereka melangsungkan pernikahan secara sederhana di Kantor Urusan Agama (KUA) Sungai Pinang jalan Lambung Mangkurat, tepatnya 22 April 1992.
Menurut Jaang, tidak ada keluarga dari mereka berdua yang menyaksikan hanya teman dekatnya saja. Ini karena memang Syaharie Jaang merupakan kelahiran Long Pahangai Kutai (Sekarang Mahakam Ulu) dan Puji dari Yogyakarta, merantau bertemu di Samarinda.
Apalagi uang yang sempat dikumpulkan untuk resepsi di Yogyakarta, dikarenakan tidak cukup memadai digunakan untuk uang muka membeli rumah yang hingga saat ini ditempati mereka.
Kesederhanaan ini menjadi kenangan indah yang selalu diingat oleh mereka berdua. Kesederhanaan yang ketika mereka sudah berada di puncak kesuksesan justru disyukuri dan dijadikan sebagai yang tiada pernah putusnya mendatangkan hikmah.
“Sebuah perjalanan panjang kami dalam berumah tangga hingga saat ini. Intinya yang penting bagaimana bisa selalu saling berkomunikasi, saling menjaga kepercayaan dan saling mengisi,” tutur Jaang.
Sementara Puji mengaku mendapat surprise dari kejutan anak dan suaminya.
“Bapak bilang cuman buka puasa bersama dengan keluarga dan teman-teman alumni. Ternyata kejutan 30 tahun pernikahan kami. Mohon doanya buat kami sekeluarga,” ucap Puji yang juga anggota DPRD Provinsi Kaltim.
Dalam bukber ini, hadir pula salah satu saksi sejarah pernikahan Syaharie Jaang-Puji, Suwarno.
“Saya yang menggonceng ibu dan almarhum Pak Aji Saripudin yang menggonceng bapak, untuk mengantar ke KUA. Naik motor aja kami,” tutur Suwarno dibenarkan Syaharie Jaang.(*/kk)
Editor: Aspian Nur