Ketua Umum Baznas Kaltim Ahmad Nabhan menjelaskan, penundaan kegiatan tersebut karena beberapa hal.
"Kegiatan ditunda karena kami ingin Gubernur Isran Noor dan Pak Hadi Mulyadi menghadiri. Setelah dikonfirmasi ternyata mereka masih diluar kota, jadi diundur ke tanggal 18 April, dihadiri gubernur dan wakilnya," jelas Nabhan kepada Korankaltim.com Rabu (13/4/2022) hari ini.
Penundaan tersebut telah sudah diinformasikan kepada seluruh tamu undangan serta muzaki yang ingin membayar zakat.
Program Kaltim Berzakat merupakan suatu gagasan untuk mengedukasi masyarakat agar tetap taat dalam membayar kewajiban zakat sehingga pendapatan zakat meningkat tentu akan semakin banyak pula yang disalurkan zakat kepada saudara- saudara yang membutuhkan.
Selain kegiatan Kaltim Berzakat, Baznas juga telah menjalankan program Baznas Berbagi dengan menyediakan lebih dari 3.000 paket sembako yang khusus diberikan kepada penerima zakat yang diperoleh dari uang pembayaran zakat dan Infaq.
Sebanyak 1.000 paket sembako akan diberikan kepada Baznas se-Kaltim yang kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui kelurahan dan RT.
“Masing-masing daerah mendapat 100 paket dan mereka yang mencari saudara-saudara yang berhak menerima paket itu kareba itu bersumber dari zakat dan Infaq," papar Nabhan.
Sementara 2.000 paket lainnya akan diberikan kepada 48 Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) di seluruh Dinas, Kantor, Perusahaan, dan Lembaga Pendidikan yang memiliki UPZ.
"Ada sekitar 48 lembaga yang sudah ada UPZ-nya. Baznas Berbagi ini sudah berjalan sejak awal Ramadan tahun ini," tutup Nabhan
Penulis: Linda Mulyani
Editor: Aspian Nur