"Ribuan rumah terendam banjir hingga membuat warga harus mengungsi," kata Dandi kepada Korankaltim.com, Jumat (25/3).
Dandi melanjutkan bahwa jalan poros Bontang-Sangatta pun juga terendam banjir. Sehingga mengakibatkan akses masuk lumpuh. Tentu ini mengakibatkan kosong dan langkanya kesediaan pangan dan terhambatnya bantuan logistik dari luar daerah.
"Makanya kami gerak cepat, berinisiatif bentuk aliansi ini. Sekitar 19 lembaga yang tergabung dan bergerak bersama untuk menggalang bantuan untuk terdampak banjir di Kutim," terangnya
Ia mengaku dari hasil penggalangan dana yang dilakukan selama tiga hari di belasan titik di Kota Samarinda itu berhasil mengumpulkan dana dengan total Rp28 juta.
Humas Aliansi Wahyu menerangkan jumlah dana yang terkumpulkan ini akan disalurkan dalam bentuk barang pangan. Mengingat, keadaan di lokasi terdampak cukup kesulitan mencari pangan. Mereka berencana akan menyalurkan pada, Sabtu (26/3/2022) besok.
"Nantinya akan di buat posko bantuan di lokasi terdampak yang bertujuan mendistribusikan logistik berupa makanan cepat saji, air mineral dan bahan pokok lainnya kepada masyarakat pengungsi," ucapnya.
Mereka menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada seluruh lembaga yang tergabung untuk membersamai gerakan sosial ini. Wabil khusus tak lupa pula disampaikan kepada seluruh warga Kota Samarinda yang telah menyalurkan hartanya.
"Semoga ini jadi bermanfaat," tutupnya.
Penulis: Faishal Ays
Editor: Supiansyah