"Iya, jadi disinyalir dalam mobil pikap yang terbakar ternyata membawa BBM dalam jerigen di bak mobil pikap," sebut Roganda.
"Dari keterangan sementara sopir pikap ini memiliki usaha minyak eceran, jadi dia menyuplai ke warung-warung yang menjual eceran di botol," ungkapnya.
Yang mengindikasikan ada BBM di pikap tersebut berdasarkan video-video yang beredar dimana dari bak pikap terlihat api membesar.
"Kami sinyalir ada unsur pengetapan dalam kejadian ini, jelas itu sudah pelanggaran, karena mobil ini tidak sesuai spesifikasi untuk mengangkut BBM yang mudah terbakar," tegasnya.
"Keterangan sementara sopir bernama Tukiran dan pemilik pikap itu. Saya sudah perintahkan anggota untuk meminta BPKB atau STNK, apakah benar, karena harus ada yang bertanggung jawab disini," ucap Roganda lagi.
Mobil pikap yang digunakan juga menyalahi aturan aturan di modifikasi. “Yang jelas semua masih dalam penyelidikan, artinya akan didalami lagi dari keterangan-keterangan saksi maupun sopir pikap," sebutnya.
Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri akan didatangkan untuk membantu penyelidikan kejadian ini.
"Soal pemicunya kami perlu penyelidikan dari Puslabfor dan Polresta Samarinda yang akan mengundang mereka, karena kami sudah memberikan laporan penyelidikan sementara," imbuhnya.
Polisi berpangkat melati satu tersebut juga nantinya akan memanggil sopir pikap berusia 45 tahun itu dan istrinya.
"Saat kami mau membuat berita acara pemanggilan ke rumah sakit malam tadi ternyata Tukiran sudah pulang sama istrinya ke Sangasanga. Kami akan panggil keduanya, untuk diperiksa secara terpisah, karena ini banyak kemungkinan-kemungkinannya," pungkas Roganda.
Seperti diberitakan sebelumnya, SPBU di Jalan Raya Bantuas Palaran yang berada di jalan poros Palaran-Sangasanga tiba-tiba terbakar saat tengah melakukan aktivitas pengisian BBM jenis Pertalite, Senin (21/3/2022) kemarin pukul 09.45 WITA.
Akibatnya, satu mobil pikap Grand Max KT 8773 OR warna silver yang mengisi BBM bersama dua unit sepeda motor milik dua karyawan SPBU yakni Honda Scoopy KT 2223 ON warna cokelat hitam dan Yamaha N-Max KT 2604 JR warna biru metalik, jadi kerangka akibat jilatan api dalam peristiwa tersebut.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur