Selain itu, petugas harus menunggu untuk melakukan upaya penyemprotan karena aliran listrik dari PLN belum dipadamkan, ditambah titik api yang berada di dalam gang sempit.
Seorang saksi bernama Sarwani yang merupakan warga setempat mengatakan, sebelum terjadi kebakaran malam harinya Selasa (15/3/2022) kemarin ada sebuah gudang di kawasan tersebut yang hampir terbakar.
"Kemarin malam juga hampir terjadi kebakaran di gudang steorofom yang hari ini terbakar. Pemiliknya mengungsi tapi pas mau adzan Magrib tadi tiba-tiba api langsung membakar atap dan membesar," tutur pria 62 tahun tersebut.
Warga langsung bergotong royong memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. "Tidak lama baru datang petugas sama relawan," ujar Syarwani lagi.
Sementara Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda Hendra AH menjelaskan laporan kebakaran yang masuk ke tempat mereka sekitar pukul 18.19 WITA.
"Kami langsung menurunkan unit terdekat dibantu relawan untuk melakukan upaya pemadaman," kata Hendra saat ditemui di lokasi kejadian.
Dalam musibah kebakaran itu ada tiga rumah dilahap api dan satu rumah bertingkat. "Asal api dari gudang steorofom. Api baru bisa dikuasai setelah satu jam," paparnya.
Titik api yang berada di dalam gang sempit sejauh 100 meter membuat petugas kesulitan.
"Kalau air tidak masalah karena depan gang ada Sungai Karang Mumus, ditambah hujan. Dugaan sementara kebakaran karena korsleting listrik, tetapi pastinya masih dalam penyelidikan pihak berwajib," tutup Hendra.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur