Ketua Umum PMII Cabang Samarinda, Usamah Ahmad Syahid kepada Korankaltim.com menjelaskan, kedatangan mereka dilatar belakangi kelangkaan minyak goreng yang terjadi sejak tahun 2022 ini yang membuat masyarakat resah.
"Ini itikad baik kami dalam menyikapi isu yang ada, diantaranya untuk mengetahui tindakan tegas dari Kapolresta Samarinda terkait kasus kelangkaan minyak goreng," jelas Usamah.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli pada kesempatan itu menyambut baik kedatangan PMII. Polresta akan melakukan pemantauan lebih terhadap kelangkaan minyak goring.
Polresta sudah melakukan beberapa sidak penimbunan minyak goreng dan telah membentuk satgas, apabila kelangkaan minyak goreng ini disalah gunakan oleh oknum.
"Untuk berbagai informasi yang masuk kami dalami, padahal minyaknya ada, tapi kenapa sampai terjadi seperti ini, masalahnya kemungkinan saat agen menyalurkan ke masyarakat disitulah terjadi dan kendalanya terletak pada kepanikan membeli masyarakat," ujar Ary.
Setelah ke Polresta Samarinda, PMII Samarinda mendatangi Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda dengan tujuan sama, menanyakan kinerja instansi itu dalam pengalokasian pangan.
Sekretaris Disdag Samarinda Sugiharto menjelaskan, dinas mereka terus melakukan pemantauan harga dan penyaluran distribusi minyak goreng hingga lapisan terbawah masyarakat.
"Pendistribusian minyak goreng akan dilakukan Jumat (18/3/2022) lusa dan akan disalurkan melalui camat kepada lurah, kemudian dialokasikan kepada RT," papar Sugiharto.
Penulis: */Linda Mulyani
Editor: Aspian Nur