"Ada 54 lapak yang terbakar, kebanyakan jualan baju, kosmetik, jamu dan mainan," jelas Fathan.
Adapun rincian kios atau lapak yang terbakar yaitu kios jamu empat petak, mainan satu petak, penjahit empat petak, warung satu petak, kosmetik 11 petak, perhiasan dua petak, tikar rotan dua petak, gudang lima petak, warung makan dua petak, jajanan dua petak dan baju 19 petak.
Api mengamuk di Pasar Segiri Jalan Perniagaan, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu malam tadi sekitar pukul 22.15 WITA. Awalnya kepulan asap putih memenuhi pasar induk tradisional tersebut, yang kemudian disusul kobaran api.
UPTD Pasar Segiri masih akan melakukan pendataan semua pedagang yang terdampak musibah kebakaran tersebut.
"Kami data dulu pedagangnya, kemudian disampaikan ke dinas, tindaklanjutnya seperti apa," imbuhnya.
Mengenai penyebab api berkobar di pasar induk tradisional di Kota Tepian itu, Fathan menyebutkan dugaan karena korsleting listrik. "Dugaanya korsleting listrik dari sebuah kios penjual baju," jelas Fathan.
Sementara H Agus Salim, pemilik kios di Pasar Segiri yang terbakar mengatakan, saat kejadian dirinya sedang berada di rumah dan kios sudah tutup. "Ada yang kasih tahu kebakaran, saya langsung lari ke kios, ternyata sudah terbakar semua, tidak ada yang bisa diselamatkan," ujar pria 61 tahun ini.
Agus Salim memperkirakan kerugian yang dialami dirinya mencapai puluhan juta. "Kalau diperkirakan sekitar Rp 60 jutaan lebih," ujarnya.
Penulis:Nancy
Editor: Aspian Nur