Menggunakan metode pendistribusian yang secara langsung terjun ke lapisan paling dekat dengan masyarakat ini diharapkan tidak ada lagi masyarkat yang ketinggalan informasi dan tidak mendapatkan jatah minyak goreng.
Oleh karenanya, Disdang sebagai perancang konsep ini menggandeng PDPAU untuk melaksanakan pendistribusian tersebut. Sehingga dengan kerja sama yang baik tentu akan mendapat hasil yang maksimal.
"Kami masih rencanakan dengan PDPAU, mereka tugasnya menyalurkan, tugas saya menyiapkan sistem distribusinya jadi mereka tidak kesulitan, seperti bawang putih kemarin kan begitu," Jelas Marnabas.
Persiapan juga telah dilakukan oleh PDPAU, tersedia tiga tangki berukuran besar dan alat packing minyak goreng untuk kegiatan distribusi kepada seluruh RT yang ada di Samarinda.
Mengingat persoalan harga minyak goreng yang beragam ini, Marnabas mengimbau masyarakat untuk lebih teliti memilih tempat dalam membeli minyak goreng karena sudah banyak penjualan minyak goreng mengikuti standar HET.
Masyarakat tak perlu panik, sebab ketersediaan minyak goreng banyak dan dapat memenuhi kebutuhan hingga pasca hari raya Idulfitri, sehingga sejak saat ini masyarakat diimbau untuk tidak menimbun minyak goreng.
"Tidak perlu menimbun untuk kepentingan Ramadan," tegasnya.
Penulis: Linda Mulyani
Editor: Supiansyah