"Sekitar pukul 01.00 WITA dini hari saya memang mendengar ada suara 'brak', saya pikir halusinasi saja, karena kan memang biasa dengar suara aneh-aneh," kata Sumarni.
"Dari semalam memamg hujan deras sampai pagi, ada empat titik longsor, tetapi hanya satu yang dampaknya besar, ada ratusan makam yang tertimbun dan amblas," paparnya.
Ratusan makam yang longsor tersebut merupakan makam lama yang sudah ada sejak tahun 80-an. "Itu makam lama semua, sejak tahun 1980, yang baru hanya satu saja dan makam pertama di Kecamatan Palaran," ungkap Sumarni lagi.
Sumarni sudah jadi juru kunci TPU Rawa Makmur sejak 2006 silam, menggantikan ayahnya yang meninggal.
"Saya gantikan bapak dan makam ini sejak bapak pindah tahun 1952 memang sudah ada, dengan luasan lahan pemakaman 1,5 hektar. Ini tanah wakaf yang diberikan untuk pendatang," paparnya.
Kapolsek Palaran Kompol Rogandan mengatakan pihaknya bersama koramil, kelurahan serta Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) datang untuk melihat TPU Rawa Makmur yang terkena terkena longsor.
"Memang ada 4 titik, yang kami tinjau dan ada satu makam yang parah, ada ratusan makam yang tertumbun akibat hujan deras, karena struktur tanah yang memang labil," kata Rogandan.
Polsek bersama warga akan bergotong royong merapikan makam tersebut. "Nanti dirapikan, diturap sementara, setelah itu kelurahan maupun camat akan menyampaikam ke pemerintah, untuk jangka panjangnya dengan ditanami tanaman yang kuat, sehingga bisa mengikat ke tanah," pungkas Rogandan.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur