Pembangunan dan renovasi 8 sekolah tersebut menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) dan APBD Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Timur.
Andi Harun menjelaskan, mengembangkan kualitas pendidikan di Samarinda masih memiliki tantangan yang cukup besar yakni infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM)
"Beberapa sekolah di Samarinda masih numpang kemudian juga beberapa sekolah terdampak banjir, kemudian beberapa sekolah kita juga harus dilakukan penambahan ruang kelas belajar dan komitmen pemkot adalah secara bertahap akan melakukan pembangunan infrastruktur tadi," kata Andi Harun.
Selain perbaikan infrastruktur, perbaikan kualitas SDM juga harus terpenuhi termasuk pengembangan ilmu teknologi dan informasi harus diperkuat diseluruh tataran pendidikan di Kota Samarinda demi meningkatkan daya saing anak didik.
Upaya untuk melakukan pendataan sekolah yang harus diperbaiki dilakukan Pemkot bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Samarinda, yang mana inventarisir data sekolah sudah dilakukan untuk nantinya masuk dalam perencanaan anggaran belanja.
"Daftar itu akan secara bertahap dilakukan, karena anggaran terbatas tidak bisa dalam satu tahun anggaran sekaligus karena masih belanja di sektor lain juga tidak bisa kita tunda jadi tahun ini 2022 akan ada lagi beberapa sekolah yang dibangun,” paparnya.
Sementara Plt Kepala Disdikbud, Asli Nuryadin menyebut akan ada 17 sekolah yang dipersiapkan untuk diusulkan perbaikannya.
"Ada 17 sekolah yang akan segera kami buat DED (Detail Engineering Design)-nya nya untuk diusulkan di tahun 2023 mendatang," kata Asli.
Penulis : Linda Mulyani
Editor: Aspian Nur