"Kita tidak ada acara, sama seperti dua tahun sebelumnya juga tidak ada perbedaan. Perayaan kali ini lebih ramai kalau tahun lalu bahkan tidak ada hiasan apapun, prokes tetap dijalankan sehingga tahun ini tidak ada acara barongsai, acaranya seperti sembahyang biasa saja, tidak mengumpulkan massa yang banyak," Kata Hansen saat ditemui di Klenteng Thien Ie Khong Samarinda, Sabtu (29/1/2022).
Meskipun terlihat sederhana akan tetapi pihak Klenteng sudah mempersiapkan jauh-jauh hari perayaan Imlek 2022 ini, sejumlah hiasan dan lampion yang senada dengan warna merah sudah terpajang di seluruh sudut Klenteng, lilin pengharapan juga sudah dijejer dengan rapi, bangunan Kllenteng juga turut dibersihkan demi kenyamanan perayaan yang selalu dinantikan setiap tahunnya.
Beberapa hari sebelum perayaan, Klenteng Thien Ie Kong yang merupakan salah satu Klenteng yang ramai dikunjungi bukan hanya umat Khonghucu yang ingin beribadah akan tetapi para turis dan masyarakat sekitar juga turut antusias berkunjung sebagai tempat penelitian dan pembelajaran.
Hansen menyebut Klenteng yang diurusnya terus ramai akan tetapi sebagai pengelola, Hansen memberikan batasan kapasitas pengunjung 50 persen dari biasanya. Berharap kondisi Samarinda membaik, Imlek tahun ini diharapkannya menjadi Imlek yang terakhir tanpa perayaan barongsai karena Barongsai merupakan salah satu hal yang identik ada di perayaan Imlek.
"Harapannya ini negera kita dapat menghadapi Covid dengan baik sehingga tahun depan kita akan lepas dari covid-19, dan kegiatan beribadah umat beragama bisa berjalan dengan normal," pungkasnya.
Penulis : Linda Mulyani
Editor : Bambang Irawan