Menurut Irwansyah, walaupun Edy sudah sampaikan permintaan maaf namun maaf tersebut dianggap belum merepresentasikan rasa penyesalan terhadap pernyataan yang sudah mencederai hati masyarakat Kalimantan, khususnya warga Kaltim.
"Permintaan maaf silahkan saja, tapi proses hukum harus tetap berjalan dan dipertanggungjawabkan untuk menjadi pelajaran bagi kita semua," tegas Irwan.
Menurutnya, ucapan dan ungkapan tersebut bukanlah cerminan sebuah perilaku yang baik dari tokoh dan figur sekelas Edy yang pernah menjadi calon anggota legislatif (Caleg) DPR RI.
Figur adalah seorang teladan yang perkataan, sikap ataupun perbuatannya akan menjadi sorotan dan percontohan bagi segenap anak bangsa.
"Apalagi saat ini kita telah memasuki era digital. Informasi seperti angin yang membawa isu atau permasalahan dengan cepat menyebar ke seluruh penjuru negeri," papar Irwan.
Aparat penegak hukum diminta untuk sesegera mungkin menindak Edy Mulyadi yang sudah membuat kegaduhan dan kegelisahan bagi warga Kalimantan.
“Karena kalau dibiarkan terlalu lama dapat memicu perpecahan persatuan dan kesatuan di bangsa ini, terkhususnya di Kalimantan Timur yang terkenal dengan spirit persatuan dan kesatuannya," tutup Irwan.
Penulis : Faishal Ays
Editor: Aspian Nur