Kesiapan pindahnya Ibu Kota Negara (IKN) juga menjadi salah satu perhatian serius bagi Pemkot Samarinda.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengatakan akan terus berupaya untuk membangun Kota Samarinda sesuai dengan harapan masyarakat, terutama pada sisi kebersihan kota, penataan infrastruktur, pengendalian banjir, smart city dan segala sektor pembangunan kota. "Saat ini memang belum bisa kita ukur tetapi mulai dirasakan bahwa Pemkot telah meletakkan dasar," ungkapnya, Jumat (21/1/2022).
Samarinda merupakan salah satu kota penyangga dari IKN tentunya sebagai pemimpin daerah, dia tak ingin masyarakatnya hanya menjadi penonton di tengah persaingan peluang pekerjaan yang berpotensi semakin ketat. Hal ini juga bagian dari pekerjaan Pemkot Samarinda agar dapat mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal. "Kami dari Pemkot akan terus mendesain bagaimana pembangunan SDM berbasis prototype IKN. Sehingga kita memiliki daya saing," jelasnya.
Dia juga telah menyarankan kepada pemerintah pusat melalui Pantia Khusus (Pansus) IKN agar pada kabupaten atau kota penyangga yang ada terdapat keunggulan lokal masing-masing daerah. "Misalnya di Samarinda dipusatkan sebagai pengembangan energi terbarukan. Mungkin di Balikpapan akan jadi pusat pengembangan manufaktur. Di Kukar, sektor lain," ujarnya.
Sarana dan prasarana juga merupakan bagian penting dalam menyongsong kedatangan IKN di Kaltim, tak heran jika pemimpin berdarah Sulawesi Selatan (Sulsel) itu juga mengusulkan pembangunan infrastruksur pada jaringan nasional seperti pemeliharaan jalan poros Bontang-Samarinda. "Sudah kita usulkan kepada Pansus IKN," sebutnya.
Penanggulangan banjir juga diharapkan sebagai proyek strategis nasional, sebab sesuai dengan aturan, urusan mengenai wilayah sungai, danau dan laut merupakan tanggung jawab nasional, bukan berarti Pemkot Samarinda sepenuhnya menyerahkan penanggulangan banjir itu kepada Pemerintah Pusat, namun setidaknya hal ini dapat turut menjadi perhatian. "Kita memiliki faktor masalah di DAS (Daerah Aliran Sungai) Sungai Mahakam yang sangat serius. Kita memiliki faktor masalah DAS Karang Mumus termasuk anak sungainya. Pemkot sudah turun, begitupun Pemprov dan kita harapkan juga ini menjadi proyek strategis nasional," tandasnya.
Penulis : Claudius Vico
Editor : Bambang Irawan