“Selain penghijauan, ke depannya potensi wisata juga akan ada di SKM, makanya kami berikan perhatian,” ucap Rusmadi saat susur SKM Selasa (11/1/2022) kemarin.
Pelaksanaan dari rencana penghijauan itu akan disinkronkan dengan momentum HUT ke-354 Kota Samarinda dan Pemkot Samarinda ke-62. “Jadi akan bertepatan dengan momentum itu,” jelasnya.
Budayawan Safrudin Pernyata mengungkapkan, rencana itu bakal menimbulkan potensi wisata baru di Kota Tepian. “Apalagi sungai ini adalah pusat kehidupan dan pusat keindahan, supaya indah ya dekati dengan karya wisata,” ujar Safrudin.
Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kaltim ini melihat ada sekitar 1,5 kilometer yang dapat dimanfaatkan untuk penghijauan, dengan ruang yang ada tentunya potensi wisata baru di Kota Samarinda sangat dimungkinkan.
Namun, sepanjang perjalanan susur sungai itu pihaknya juga melihat beberapa rumah yang masih berada di bantaran sungai. Terkait itu, dua pendekatan yang bisa dilakukan oleh Pemkot Samarinda. Selain melakukan pembebasan juga dapat dilakukan dengan memberikan sedikit bantuan agar rumah yang ada dapat dihiasi dengan lampu.
“Jadi rumah itu kami hadapkan ke sungai sehingga keliatannya tampak depan, itu akan jadi sangat indah, tapi kalau bisa dipindahkan karena untuk kepentingan bersama,” ujar Rusmadi.
Di media social Facebook miliknya, Rusmadi mengunggah kegiatan saat susur SKM tersebut. Dirinya merasa bersyukur kegiatan rembug kota dengan tema penataan dan pemgananan sempadan pasca normalisasi SKM berjalan lancer.
“Kegiatan susur sungai dilakukan agar kita semua bisa tahu progress penanganan SKM selama ini. terus terang memang kalau melihat rumah-rumah di tepi sungai, mungkin masih panjang waktu untuk melihat citra sungai sebagai sumber kehidupan, sebagai ruang indah tempat anak-anak bermain dan berenang,” kata Rusmadi.
Namun saat dirinya masuk kawasan Jembatan Griya Mukti Sejahtera hingga Jembatan Tepian Lempake sepanjang 1,5 kilometer SKM tampak bersih dan lebar dirinya menyatakan ada secercah harapan untuk menatanya bukan saja sebagai ruang hijau, tetapi berpotensi utk menjadi destinasi wisata air yang menarik.
“Ayo cintai sungai sebagai sumber kehidupan dan ekonomi warga dengan tidak membuang sampah dan jadikan sungai Karang Mumus potret peradaban kota Samarinda,” tulisnya.
Penulis: */Claudius Vico
Editor: Aspian Nur